SPONSORED

Fourmaux Ungkap Kelemahan Fatal Hyundai di WRC

Notifikasi
Edeh Cupe
Edeh Cupe
0
Fourmaux Ungkap Kelemahan Fatal Hyundai di WRC
TO NEWS OVERVIEW
Adrien Fourmaux. Photo: Hyundai Motorsport GmbH

Adrien Fourmaux tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya meski tetap optimistis menghadapi hari terakhir reli. Pembalap Hyundai itu mengungkapkan kelemahan tak biasa pada mobilnya: bumper depan yang hancur dengan sendirinya. "Bumper depan pada dasarnya menghancurkan dirinya sendiri," ujarnya. "Sangat, sangat lemah."

Masalah ini bukan sekadar kosmetik. Fourmaux menegaskan bahwa komponen tersebut sangat memengaruhi performa. "Bumper depan adalah komponen yang sangat penting dalam hal performa karena kami tahu betapa bergantungnya mobil ini pada aerodinamika," jelasnya. Kelemahan ini menjadi ganjalan di tengah persaingan ketat melawan Sebastien Ogier dari Toyota.

Sepanjang Sabtu, Fourmaux terlibat duel sengit dengan Ogier untuk memperebutkan posisi ketiga. Pada stage terakhir hari itu, ia kehilangan 8,2 detik dari rival senegaranya tersebut. Selisih keduanya kini 10,7 detik memasuki hari Minggu. Meski demikian, Fourmaux menegaskan bahwa strategi ban yang telah mereka rencanakan berjalan dengan baik. "Kami memperkirakan kerusakan ban lebih parah di sore hari, tetapi ternyata tidak," katanya.

Fourmaux Reveals Hyundai's Unusual Flaw in WRC Battle
Read AlsoFourmaux Reveals Hyundai's Unusual Flaw in WRC Battle

Meski kecewa dengan kehilangan waktu di stage terakhir, Fourmaux tetap positif. "Saya masih merasa sangat positif. Kami telah menghabiskan dua hari bertarung dengan pembalap-pembalap terdepan, jadi ini pertarungan yang sangat bagus," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa perebutan podium belum berakhir. Masih ada 71,2 kilometer kompetitif yang tersisa, termasuk stage baru Carampangue sepanjang hampir 27 kilometer.

ADVERTISEMENT

Fourmaux yakin stage baru tersebut bisa menjadi penentu. "Stage baru biasanya menghasilkan selisih yang lebih besar. Jadi kami harus tampil baik karena saya perkirakan perbedaan waktu di sana akan lebih besar daripada di stage yang sudah kami lalui akhir pekan ini," analisisnya. Ia pun bertekad untuk menyerang. "Saya tidak akan menyerah. Saya akan menyerang. Posisi kedua hanya terpaut sepuluh detik, jadi segalanya mungkin. Di Paraguay, kami berhasil mengejar sekitar 50 detik, jadi mari kita lihat apakah kali ini kami bisa mengejar sepuluh detik," tegasnya.

Dengan sisa jarak yang cukup panjang dan stage baru yang menantang, Fourmaux masih memiliki peluang untuk merebut posisi kedua. Namun, ia berharap mobilnya dapat bertahan, terutama bumper depan yang rapuh. "Jika saja kami bisa menjaga bumper depan tetap utuh. Saya akan sangat menghargainya. Bukan karena saya menghantam gundukan, batu, atau apa pun. Bumper depan pada dasarnya menghancurkan dirinya sendiri. Itu benar-benar sangat lemah," keluhnya.

Kelemahan ini bisa menjadi faktor krusial dalam perebutan gelar. Jika Hyundai tidak dapat mengatasi masalah aerodinamika tersebut, Fourmaux mungkin kesulitan memaksimalkan potensi mobilnya di sisa musim. Namun, semangat juangnya yang tinggi dan strategi yang matang bisa menjadi senjata untuk tetap bersaing di barisan terdepan.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU