SPONSORED

Fotografer F1 Senior Dicekik Polisi di GP Spanyol: Kronologi dan Dampaknya

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Fotografer F1 Senior Dicekik Polisi di GP Spanyol: Kronologi dan Dampaknya
TO NEWS OVERVIEW
The photographer was trying to reach the F1 podium after the Spanish GP

Insiden mengejutkan mewarnai Grand Prix Spanyol di Madrid akhir pekan lalu. Peter Fox, fotografer senior Formula 1 yang bekerja untuk Getty Images dan tim Williams, menjadi korban tindakan kasar aparat keamanan saat ia berusaha mengakses podium melalui jalur yang seharusnya diperuntukkan bagi fotografer. Fox dicekik oleh polisi Spanyol, memicu kemarahan di kalangan jurnalis dan penggemar.

Momen tersebut terekam dalam serangkaian foto yang diambil oleh fotografer motorsport Spanyol, Daniel Atan, dan dengan cepat menyebar di media sosial. Dalam unggahannya di X, Atan menulis, “Hari ini, dalam hal yang benar-benar surealis: seorang polisi mencekik seorang fotografer di Madrid karena mencoba mengakses podium melalui lorong yang disediakan untuk fotografer.” Foto-foto itu memperlihatkan Fox, yang mengenakan pakaian resmi tim Williams, sedang dipegangi di tanah oleh petugas. Video singkat yang beredar juga menangkap momen menegangkan tersebut.

Rekan sesama fotografer F1, Jamey Price, langsung membela Fox. “Saya tidak tahu konteksnya. Tapi saya tahu fotografer yang dicekik itu dan dia adalah profesional yang telah meliput F1 selama puluhan tahun. DAN saya juga tahu berdasarkan pengalaman luas saya sendiri dengan polisi dan keamanan di balapan, saya 0% terkejut,” tulis Price. Pernyataan ini menyoroti masalah berulang dalam pengelolaan akses media di ajang balap, terutama di sirkuit baru seperti Madrid.

Grosjean Apologises for Misunderstanding Brown's Piastri Remark
Read AlsoGrosjean Apologises for Misunderstanding Brown's Piastri Remark

Insiden ini terjadi setelah balapan yang berlangsung dramatis. Andrea Kimi Antonelli keluar sebagai pemenang pertama dalam sejarah F1 di Madrid, mengalahkan Max Verstappen dari Red Bull dan Lando Norris. Kemenangan ini semakin memperkuat posisi Antonelli di puncak klasemen dengan keunggulan 81 poin atas rekan setimnya di Mercedes, George Russell, yang finis kelima. Namun, sorotan justru beralih ke insiden di luar lintasan yang mencoreng reputasi penyelenggaraan.

ADVERTISEMENT

Peter Fox bukan nama baru di paddock. Sepanjang kariernya, ia telah mengabadikan momen-momen ikonik, termasuk foto luar biasa Nico Rosberg yang melintasi tikungan Degner di Grand Prix Jepang 2016. Karya-karyanya telah menjadi bagian dari sejarah visual F1 modern. Tindakan kekerasan terhadap seorang profesional yang telah lama berkecimpung di dunia ini jelas tidak dapat diterima dan menimbulkan pertanyaan serius tentang standar keamanan dan protokol media di GP Spanyol.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara atau FIA terkait insiden tersebut. Namun, kejadian ini menambah daftar panjang keluhan tentang akses dan perlakuan terhadap media di beberapa sirkuit. Para fotografer sering kali harus bekerja dalam tekanan waktu dan ruang terbatas, dan insiden seperti ini hanya memperburuk kondisi kerja mereka. Dukungan untuk Fox terus mengalir dari rekan-rekan sesama jurnalis dan penggemar yang menuntut transparansi serta tindakan tegas.

Di tengah euforia kemenangan Antonelli, insiden ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap F1, masih ada masalah mendasar yang perlu dibenahi. Keselamatan dan penghormatan terhadap profesi jurnalis adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kita berharap kejadian serupa tidak terulang dan menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU