Menatap musim balap 2027, paddock MotoGP dihebohkan dengan perombakan besar-besaran pada jadwal akhir pekan yang dirancang untuk mendongkrak tontonan. Masuknya era baru di bawah kendalian Liberty Media langsung memicu diskusi intensif terkait format sesi latihan dan kualifikasi yang diadopsi mirip seperti ajang Formula 1.
Perubahan paling mencolok terlihat pada hari Jumat, di mana para pembalap kelas utama Pecco Bagnaia tidak lagi sekadar menjalani latihan bebas konvensional. Selepas sesi latihan pagi, agenda akhir pekan langsung memanas dengan digelarnya sesi Sprint-Qualifikation berdurasi 15 menit untuk menentukan grid start balapan pendek hari Sabtu.
Tidak hanya itu, kebijakan kontroversial juga diambil oleh penyelenggara dengan resmi menghapuskan sesi pemanasan atau warm-up pada Minggu pagi. Keputusan ini diambil setelah mendapat konfirmasi dari pihak pabrikan ban bahwa kondisi trek di pagi hari tidak representatif untuk balapan utama, sehingga waktu istirahat tim bisa lebih optimal.

Kendati demikian, sorotan tajam justru mengarah pada buruknya komunikasi internal yang terjadi di balik layar. Bintang muda Pedro Acosta bersama rekan sećÆććŖćććnya merasa diabaikan karena perombakan jadwal drastis ini diputuskan tanpa melibatkan suara dari para atlet yang bertaruh nyawa di atas lintasan.
Manager Sporting MotoGP Carlos Ezpeleta menjelaskan bahwa inisiatif perubahan ini justru datang langsung dari pihak tim dan pabrikan selaku mitra bisnis resmi, bukan murni sepihak dari promotor. Dinamika internal ini memicu perdebatan panjang mengenai transparansi dan posisi pembalap dalam penentuan regulasi masa depan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!