SPONSORED

FIA Kecam Pelecehan Daring Usai Penalti Colapinto di GP Belanda

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
FIA Kecam Pelecehan Daring Usai Penalti Colapinto di GP Belanda
TO NEWS OVERVIEW
Franco Colapinto was penalised for overtaking Yuki Tsunoda [background] under yellows

FIA mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras rentetan pelecehan daring yang menyasar para steward menyusul penalti yang dijatuhkan kepada Franco Colapinto di GP Belanda. Insiden di Zandvoort memicu gelombang kemarahan publik, terutama dari penggemar pembalap Argentina itu, setelah ia dianggap diperlakukan tidak adil.

Colapinto menerima penalti drive-through karena menyalip Yuki Tsunoda saat bendera kuning berkibar setelah kecelakaan Max Verstappen di Lap 1. Hukuman serupa juga diberikan kepada Arvid Lindblad karena menyalip rekan setim Colapinto, Pierre Gasly. Kemudian, Colapinto dan Liam Lawson mendapat penalti tambahan karena gagal memperlambat laju kendaraan di bawah bendera kuning tunggal.

Protes dari Dalam Tim dan Sponsor

Keputusan ini memicu kritik tajam dari Chief Marketing Officer Mercado Libre, Sean Summers, sponsor utama Colapinto. Summers menulis di media sosial, “Para steward sedang membunuh integritas F1. Musim ini mereka terbukti mengerikan dan memengaruhi hasil balapan. Inkompetensi? Ketidakjujuran? Keduanya? Sesuatu benar-benar rusak dalam budaya organisasi itu.”

Max Verstappen to Take on 100 Drivers in Silverstone Karting Event
Read AlsoMax Verstappen to Take on 100 Drivers in Silverstone Karting Event

Menanggapi hal itu, Alpine mengeluarkan pernyataan yang menegaskan penerimaan mereka atas penalti yang dijatuhkan dan kepercayaan penuh kepada steward. “Sebagai tim, kami bekerja sama erat dengan badan pengatur olahraga ini mengenai aturan keterlibatan di lintasan untuk memastikan balapan yang adil dan menarik, dan yang terpenting, keselamatan. Kami sepenuhnya mempercayai steward untuk menerapkan sanksi sesuai kebijaksanaan mereka,” bunyi pernyataan Alpine.

ADVERTISEMENT

FIA sendiri merespons dengan menyatakan bahwa perilaku kasar dan ancaman terhadap steward tidak dapat ditoleransi. Mereka menegaskan komitmen untuk melindungi ofisial dari perlakuan tidak pantas di dunia maya. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga integritas olahraga dan memastikan para steward dapat bekerja tanpa tekanan.

Di sisi lain, Colapinto membela diri dengan mengatakan bahwa kondisi balapan yang ekstrem membuat penilaian menjadi sulit. “Saya melihat bendera kuning yang sangat terlambat saat saya menyelesaikan overtake. Jelas lebih berbahaya untuk mengerem mendadak di tengah trek yang basah dan miring, di mana semua orang berputar. Ini situasi yang sangat sulit,” ujarnya.

Meski menerima keputusan, Colapinto merasa hukuman terlalu berat. “Saya merasa mereka sangat keras. Itu pekerjaan mereka, tapi juga tugas mereka untuk lebih fleksibel dan memahami situasi. Terutama yang lebih berbahaya dibanding yang lain, saat grip sangat rendah dan kondisi seperti itu. Bagi saya, ini agak berlebihan,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Kontroversi ini menyoroti ketegangan antara kepatuhan ketat terhadap regulasi dan kebutuhan akan penilaian kontekstual dalam kondisi balapan yang dinamis. Akankah FIA mempertimbangkan fleksibilitas lebih besar di masa depan? Keputusan mereka akan menentukan bagaimana insiden serupa ditangani di sisa musim.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU