FIA akhirnya angkat bicara setelah sponsor utama Franco Colapinto, Mercado Libre, melontarkan tuduhan keras bahwa steward balap Formula 1 "membunuh integritas" ajang ini. Kritik tajam itu muncul menyusul keputusan kontroversial yang dijatuhkan kepada pembalap Alpine tersebut pada Grand Prix Belanda di Zandvoort.
Franco Colapinto terkena drive-through penalty dan dua poin penalti setelah dianggap menyalip Yuki Tsunoda saat bendera kuning di lap pertama. Insiden itu terjadi setelah kecelakaan Max Verstappen dan spin Gabriel Bortoleto di tikungan terakhir. Colapinto menilai keputusan steward "sangat keras" dan menganggap lebih berbahaya jika dia mengerem mendadak ketimbang menyalip Tsunoda.
Pembalap Racing Bulls, Arvid Lindblad, juga terkena penalti serupa di lap pembuka dan merasakan hal yang sama. Ia menduga steward sedang "mencoba membuat preseden" ketimbang menilai insiden secara objektif. Pernyataan Lindblad memperkuat narasi bahwa keputusan di Zandvoort dinilai terlalu kaku dan tidak mempertimbangkan kondisi balap yang dinamis.

Setelah balapan, Sean Summers, chief marketing officer Mercado Libre, menulis di X bahwa "steward FIA membunuh integritas F1" dan menyebut musim ini mereka "mengerikan dan berdampak pada hasil balapan". Summers juga mempertanyakan kompetensi dan kejujuran steward, serta menyebut ada yang "rusak parah" dalam budaya organisasi tersebut.
Menanggapi hal itu, FIA merilis pernyataan resmi yang menegaskan bahwa steward hanya menerapkan sanksi sesuai regulasi. "Menyusul Grand Prix Belanda, steward FIA menjadi sasaran pelecehan online setelah menerapkan sanksi olahraga sesuai peraturan FIA," demikian bunyi pernyataan tersebut. FIA juga menegaskan bahwa ketidaksetujuan terhadap keputusan adalah bagian dari olahraga, tetapi tidak boleh dibenarkan dengan ancaman atau serangan pribadi.
FIA mengingatkan kembali koalisi United Against Online Abuse yang diluncurkan pada 2023 setelah seorang steward mendapat pelecehan usai Grand Prix Amerika Serikat. Mereka mengajak semua pihak yang terlibat dalam olahraga ini untuk berinteraksi dengan rasa hormat dan tanggung jawab, baik di dunia maya maupun nyata.
Kontroversi ini menambah daftar panjang perdebatan tentang konsistensi keputusan steward di F1 musim 2025. Dengan tekanan dari sponsor, tim, dan pembalap, FIA kini berada di bawah sorotan untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam setiap keputusan yang diambil di sirkuit.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!