Lone Star Le Mans, seri kelima Kejuaraan Ketahanan Dunia (WEC) musim ini, berakhir dengan drama strategi selama enam jam di Circuit of The Americas (COTA). Ferrari keluar sebagai pemenang setelah balapan yang berganti-ganti pemimpin, ditentukan di menit-menit akhir.
Antonio Giovinazzi memulai dari posisi terdepan dengan Ferrari 499P #51 setelah sesi Hyperpole yang luar biasa. Ia dan Jack Aitken mencatat waktu lap 1:52.445 yang identik, tetapi Giovinazzi berhak atas pole karena mencatatkan waktu lebih dulu. Keunggulan ini memberi Ferrari keuntungan atas Cadillac #38.
Balapan dimulai dalam kondisi sulit. Hujan turun sesaat sebelum start, membuat sebagian trek COTA basah sementara bagian lain sudah mengering. Dua lap formasi tambahan diperlukan sebelum akhirnya balapan resmi dimulai. Begitu lampu hijau menyala, Giovinazzi mempertahankan posisi terdepan dengan Aitken yang terus menempel.

Jam pertama sudah penuh aksi. Andre Lotterer melesat maju di Genesis #17 sebelum melakukan kontak dengan Ferrari #50 saat mencoba menyalip, yang membuat Genesis-nya berputar dan turun ke urutan belakang. Giovinazzi diuntungkan oleh periode safety car awal, sementara Aitken terhambat lalu lintas LMGT3. Setelah satu jam, Ferrari memimpin atas Cadillac dengan selisih 4,679 detik.
Dari sana, balapan menjadi semakin sulit diprediksi. Strategi pit yang berbeda-beda membawa Ferrari, Toyota, Cadillac, dan Alpine silih berganti memimpin. Miguel Molina membawa Ferrari #50 ke depan pada jam kedua, sementara penalti dan strategi bahan bakar yang berbeda terus mengubah urutan.
Di pertengahan balapan, Earl Bamber memindahkan Cadillac #38 ke posisi terdepan. Safety Car yang dipicu oleh puing di trek kemudian menyetel ulang keadaan. Antonio Felix da Costa (Alpine #35) dan Tom Gamble (Aston Martin #007) mengikuti Bamber di posisi depan, sementara Ferrari #51 sempat tertahan karena masalah saat pit stop.
Memasuki 20 menit terakhir, empat Hypercar—Toyota #7, Ferrari #50, Alpine #35, dan Cadillac #38—hanya terpaut sepuluh detik. Namun, dengan sekitar 12 menit tersisa, Nyck de Vries kehilangan pimpinan balapan di Toyota #7 akibat masalah tekanan hidrolik. Mobilnya terpaksa mundur, dan Nicklas Nielsen di Ferrari #50 mewarisi pimpinan untuk mengamankan kemenangan perdana Ferrari di Lone Star Le Mans. Kemenangan ini menegaskan kembali keunggulan strategi Ferrari di ajang ketahanan, sekaligus menjadi pukulan telak bagi Toyota yang gagal meraih kemenangan pertamanya di COTA.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!