SPONSORED

Ferrari Hadapi 'Ujian Nyata Pertama' Dinamika Hamilton-Leclerc

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Ferrari Hadapi 'Ujian Nyata Pertama' Dinamika Hamilton-Leclerc
TO NEWS OVERVIEW
Lewis Hamilton and Charles Leclerc were frustrated at Zandvoort

Lewis Hamilton dan Charles Leclerc sama-sama frustrasi dengan strategi Ferrari di GP Belanda, dan menurut mantan presenter F1 Will Buxton, inilah "ujian nyata pertama" bagi hubungan keduanya. Momen krusial terjadi ketika Hamilton, yang berada di strategi ban berbeda dan lebih cepat, ingin segera melewati Leclerc, tetapi Ferrari ragu-ragu menggunakan team order. Alhasil, Leclerc baru dipanggil pit dua lap kemudian, dan Hamilton kehilangan waktu berharga di belakang rekan setimnya.

"Cara yang bagus untuk membuang waktu, kerja bagus," sindir Hamilton melalui radio tim, menyadari betapa sulitnya menyalip di Zandvoort. Perbandingan langsung ia buat dengan Mercedes, yang di race yang sama tidak ragu meminta pembalapnya bertukar posisi demi kepentingan tim. Ketegasan semacam itulah yang menurut Hamilton masih kurang di tim barunya.

Buxton, dalam podcast Up to Speed, menilai Ferrari seperti "terlalu takut kalah sehingga tak bisa menang". Ia mempertanyakan apakah ini awal dari masalah hubungan Charles-Lewis, atau justru ujian bagi tim dalam mengelola dua pembalap bintang. "Charles adalah anak emas, selalu begitu. Dia Ferrari sejati, mungkin tak akan pernah balapan di tempat lain. Lalu ada Lewis, GOAT, juara dunia tujuh kali. Anda tidak bisa menyenangkan keduanya," ujarnya.

Arvid Lindblad's Dutch GP penalty 'harsh', says Alex Brundle
Read AlsoArvid Lindblad's Dutch GP penalty 'harsh', says Alex Brundle

Menurut Buxton, pengalaman Hamilton bersama Mercedes yang sigap mengambil keputusan membuat ia berharap mentalitas juara itu terbawa ke Ferrari. "Lewis punya pengalaman tim yang eksekusinya instan di Mercedes, dan dia ingin mentalitas juara dunia itu di Ferrari, karena tanpa itu Anda tidak akan pernah merebut gelar," jelas Buxton. Frustrasi Hamilton bisa dipahami, karena ia tahu apa yang seharusnya dilakukan tim papan atas.

ADVERTISEMENT

Pertanyaan besarnya kini: apakah ini masalah Ferrari, masalah hubungan Hamilton-Leclerc, atau keduanya? Buxton menekankan bahwa ketidakpastian di pit wall justru menjadi keputusan yang merugikan. "Mercedes berpikir hanya untuk yang terbaik bagi tim, sedangkan Ferrari ragu-ragu karena takut mengecewakan pembalapnya. Ini sedikit seperti McLaren, kan? Tidak bisa mengecewakan pembalap, 'oh kita harus bagaimana?' Harus menjaga keduanya senang karena dua nomor satu. Ketidaktegasan tetaplah sebuah keputusan," tegasnya.

Hamilton, yang kini duduk di posisi ketiga klasemen dengan selisih 59 poin dari pemimpin, mengakui luapan emosinya di radio bukanlah "versi terbaik" dari dirinya. Namun, ia menegaskan bahwa kritiknya kepada tim adalah bentuk komitmennya untuk memajukan Ferrari. Akankah ini menjadi titik balik bagi Scuderia untuk lebih tegas dalam mengambil keputusan? GP-gp berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU