MotoGP, Sportrik Media - Ledakan emosi Fabio Quartararo saat mengendarai motor V4 baru Yamaha menjadi sorotan utama pada tes pramusim MotoGP di Buriram, di tengah tanda tanya besar mengenai kesiapan proyek teknis terbaru Monster Energy Yamaha MotoGP.
Yamaha memulai proyek V4 dengan tujuan jangka panjang untuk kembali ke jalur perebutan gelar, setelah beberapa musim terakhir tertinggal di barisan belakang. Namun implementasi awal motor baru tersebut belum menunjukkan hasil kompetitif. Setelah terkendala masalah mesin di Sepang, performa di Buriram juga belum memperlihatkan kemajuan signifikan.

Pada hari pertama tes, pembalap tercepat Yamaha adalah Jack Miller di posisi ke-17, terpaut lebih dari satu detik dari waktu terbaik yang dicatatkan Alex Marquez dengan Ducati spesifikasi 2026. Quartararo sendiri hanya berada di posisi ke-18 dan secara terbuka mengakui bahwa tim belum siap menghadapi balapan dalam waktu dekat.

“Dalam satu minggu, bahkan satu bulan, kami belum akan siap dari sisi saya,” ujar Quartararo.
“Mungkin pembalap Yamaha lainnya sedikit lebih baik. Tetapi sejak saya menggunakan motor ini, saya belum pernah melakukan dua run berturut-turut dengan konfigurasi yang sama.”
“Saya selalu mencoba sesuatu yang berbeda. Bahkan setelah banyak perubahan, kami belum bisa menemukan set-up dasar dan membuat peningkatan.”
Ia bahkan menyatakan keinginannya untuk mempertahankan satu konfigurasi penuh pada hari berikutnya, meski tidak sepenuhnya puas dengan karakter motor tersebut.
Dari sisi teknis, motor V4 Yamaha dilaporkan tertinggal sekitar 10 km/jam dibanding motor tercepat di grid. Alex Rins menyoroti dua kelemahan utama: tenaga mesin dan traksi saat keluar tikungan.
“Kami kehilangan banyak dari sisi tenaga mesin, itu jelas,” kata Rins.
“Dan juga dari sisi traksi. Bukan hanya Ducati, tetapi Honda dan Aprilia juga memiliki traksi yang lebih baik dari kami. Mereka lebih cepat keluar tikungan dan kemudian unggul di trek lurus.”
“Pada pengereman saya merasa sedikit lebih nyaman, tetapi motor ini tidak berbelok dengan baik.”
Rins juga memahami frustrasi Quartararo dan mengakui tekanan mental yang dirasakan pembalap saat hasil tidak sebanding dengan usaha.
“Saya mencoba berteriak di ruang kerja saya. Itu saja. Saya simpan di dalam,” ujarnya.
“Sangat frustrasi. Saya mencatat detak jantung 191 bpm saat time attack dan hanya berada di P19.”
“Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan. Pembalap siap, motornya belum sepenuhnya siap. Jadi kami harus memahami situasinya dan menunggu.”
Meski demikian, Miller menunjukkan sudut pandang lebih optimistis. Pembalap Prima Pramac Yamaha tersebut menilai ada beberapa aspek positif dari paket baru Yamaha.
“Motor ini bekerja cukup baik,” ujar Miller.
“Sektor satu dan dua memang masih menjadi kelemahan kami, tetapi itu bisa dimengerti.”
“Sektor tiga dan empat saya merasa motor ini bisa berbelok dengan baik, terutama dengan ban spesifikasi khusus yang kami gunakan di sini.”
Ia menambahkan bahwa perubahan pada sasis dibandingkan pengujian di Malaysia menunjukkan arah pengembangan yang lebih jelas, serta paket aerodinamika baru yang diyakini memberikan peningkatan.
“Kami tidak akan menemukan tambahan 10 km/jam dalam semalam, itu yang saat ini kurang. Tetapi secara umum saya menikmati mengendarainya, motor ini melakukan beberapa hal dengan cukup baik.”
Dengan defisit kecepatan puncak yang masih signifikan serta persoalan traksi yang belum terpecahkan, Yamaha menghadapi tantangan struktural menjelang pembuka musim. Meski proyek V4 dirancang sebagai solusi jangka panjang, hasil di Buriram menunjukkan bahwa fase transisi menuju daya saing penuh masih membutuhkan waktu dan pengembangan intensif.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!