Elfyn Evans memperingatkan bahwa persaingan perebutan gelar World Rally Championship 2026 akan semakin ketat setelah akhir pekan yang sulit di WRC Yunani 2026. Meski tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin klasemen, pembalap Toyota Gazoo Racing itu menilai keuntungan yang dimiliki saat ini berpotensi terus tergerus pada seri-seri gravel berikutnya.
Reli Yunani sejak awal memang diperkirakan menjadi salah satu tantangan terberat bagi Evans. Sebagai pemuncak klasemen sebelum Acropolis Rally Greece dimulai, ia harus membuka lintasan pada etape-etape hari Jumat. Posisi tersebut membuat mobil Rally1 miliknya berfungsi layaknya "penyapu jalan", membersihkan lapisan kerikil longgar yang justru memberikan grip lebih baik bagi para pesaing yang start di belakang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tema utama sepanjang reli. Berbeda dengan lintasan aspal, posisi start di gravel memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap performa. Evans memang berhasil menghindari ban bocor pada hari pertama, namun kehilangan waktu secara konsisten akibat minimnya traksi. Sejak awal, strategi akhir pekannya lebih diarahkan untuk membatasi kerugian dibanding menyerang demi kemenangan.


Reli Berjalan Sesuai Perkiraan Toyota
Evans mengakui hasil yang diraih sebenarnya tidak jauh dari ekspektasi tim sebelum reli dimulai. Tantangan terbesar berasal dari posisi start yang menguntungkan para rival secara alami.
"Akhir pekan ini memang sangat sulit dan pada dasarnya berjalan sesuai dengan yang kami perkirakan sebelumnya."
"Setelah awal yang sulit pada hari Jumat, situasinya mulai membaik. Pada Sabtu sore semuanya terlihat cukup menjanjikan, tetapi kemudian kami mengalami ban bocor pada special stage terakhir hari itu," ujar Evans.
Ban bocor di penghujung Sabtu menjadi titik balik penting. Sebelum insiden tersebut, Evans masih berada dalam posisi untuk mengamankan hasil yang relatif kompetitif. Namun kehilangan waktu akibat penggantian ban membuatnya turun dari posisi kelima ke urutan ketujuh, sekaligus mengurangi peluang meraih tambahan poin maksimal pada Super Sunday dan Power Stage.

Dua Kesalahan Beruntun Mengurangi Perolehan Poin
Upaya bangkit pada hari terakhir juga tidak berjalan sesuai rencana. Evans kembali mengalami masalah ketika menyenggol tanggul pada etape pembuka Minggu, yang menyebabkan ban terlepas dari pelek.
"Kami mencoba menyerang pada hari Minggu, tetapi saya menyentuh tanggul pada etape pertama sehingga ban terlepas dari pelek," jelasnya.
Meski akhirnya dipromosikan ke posisi kelima setelah Josh McErlean dan Adrien Fourmaux menerima penalti waktu pascareli akibat pelanggaran prosedur keselamatan, Evans menilai hasil tersebut tetap jauh dari target awal yang ingin dicapai Toyota.
"Saya kecewa dengan cara reli ini berakhir, tetapi terkadang memang seperti itu. Kami hanya harus fokus ke putaran berikutnya."
Posisi Start Kini Menjadi Ancaman Terbesar
Di luar hasil akhir, perhatian utama Evans justru tertuju pada dua seri gravel berikutnya di Estonia dan Finlandia. Sebagai pemimpin klasemen sementara, ia hampir dipastikan kembali menjadi pembuka lintasan, setidaknya pada etape-etape awal di Estonia.
Dalam karakter reli modern, kondisi tersebut bukan sekadar kerugian kecil. Membuka lintasan berarti membersihkan permukaan gravel yang masih longgar sehingga pembalap di belakang memperoleh grip lebih tinggi serta mampu membangun kecepatan lebih cepat tanpa mengambil risiko tambahan. Situasi seperti inilah yang menurut Evans berpotensi membuat klasemen kembali mengerucut.
"Kemungkinan besar reli berikutnya juga akan sulit bagi kami."
"Saya memperkirakan klasemen kejuaraan akan semakin rapat karena para pembalap yang berada di belakang akan mampu memanfaatkan posisi start mereka untuk mengumpulkan poin besar."
Perebutan Gelar Memasuki Fase Baru
Pernyataan Evans menunjukkan bahwa pertarungan gelar musim 2026 mulai memasuki fase yang berbeda. Setelah memimpin klasemen selama beberapa putaran, ia kini justru harus menghadapi konsekuensi regulasi road order yang membuat setiap reli gravel berikutnya menjadi tantangan tersendiri.
Acropolis Rally Greece memperlihatkan bagaimana posisi start, ban bocor, serta karakter lintasan dapat mengubah jalannya perebutan kejuaraan hanya dalam hitungan special stage. Evans berhasil mempertahankan posisi teratas klasemen, tetapi selisih poin terhadap para rival terus berkurang setelah Sebastien Ogier, Takamoto Katsuta, dan pembalap Toyota lainnya meraih hasil yang lebih kuat di Yunani.
Dengan Estonia dan Finlandia yang sama-sama menggunakan lintasan gravel berkecepatan tinggi, Evans memperkirakan momentum kini mulai berpihak kepada para pesaing yang memperoleh keuntungan posisi start. Jika prediksi tersebut terbukti, maka perebutan gelar WRC 2026 berpotensi memasuki fase paling kompetitif menjelang paruh kedua musim.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!