Marc Marquez kini memimpin klasemen MotoGP 2026 setelah comeback gemilang 102 poin di Misano, namun Ducati tidak mau terlena. Manajer umum Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, justru menyoroti kelemahan relatif motor Desmosedici dalam hal cengkeraman ban belakang, terutama saat menggunakan konstruksi ban belakang yang lebih keras.
Marquez, yang absen pada empat balapan musim 2025 akibat cedera bahu usai bersenggolan dengan Marco Bezzecchi di Mandalika, kini berada di puncak klasemen bersama Jorge Martin dari Aprilia. Bezzecchi tertinggal 33 poin setelah terjatuh saat memimpin balapan di Misano. Meski demikian, Dall'Igna menegaskan bahwa kejuaraan masih sangat terbuka.
"Seperti biasa, kejuaraan dunia berakhir di Valencia, jadi sampai Valencia kita harus terus percaya dan terus mendorong," ujar Dall'Igna kepada Sky Italia. "Kami tahu situasinya agak aneh di awal tahun... Kami mencoba tetap tenang, fokus, dan meningkatkan performa tanpa membuat terlalu banyak keributan."

Dall'Igna juga mengakui bahwa timnya sempat kesulitan, tetapi berhasil melewatinya dengan baik. "Saya pikir kami melakukannya dengan baik. Dan Marc juga melakukannya dengan baik karena dia sangat tenang dan mampu melakukan apa yang diperlukan untuk kembali ke jalur yang benar," tambahnya.
Meskipun secara resmi masih ada delapan balapan tersisa, termasuk putaran Qatar yang dijadwalkan ulang pada November, kepastian berlangsungnya balapan di Lusail masih diragukan. Yang jelas, empat sirkuit yang absen pada 2025 - Phillip Island, Sepang, Portimao, dan Valencia - akan kembali hadir. Ditanya apakah kurangnya pengalaman Marquez di beberapa sirkuit tersebut bisa menjadi kerugian, Dall'Igna menjawab, "Marc memiliki begitu banyak pengalaman sehingga saya jujur tidak berpikir itu menjadi masalah."
Namun, kekhawatiran yang lebih besar adalah kelemahan relatif Ducati dalam cengkeraman ban belakang dibandingkan Aprilia pada ban konstruksi keras. Konstruksi ban yang lebih kaku akan kembali digunakan di sirkuit seperti Red Bull Ring, Mandalika, dan Phillip Island. "Mengenai konstruksi ban, kami cenderung sedikit lebih kesulitan dengan cengkeraman belakang dibanding yang lain, jadi itu sesuatu yang harus kami kerjakan. Tapi saya tetap positif dan percaya diri," kata Dall'Igna.
Meski banyak yang melihat persaingan gelar 2026 sebagai duel Marquez melawan Martin dan Bezzecchi, Dall'Igna tetap berpikiran terbuka. "Bagi saya, semua pembalap yang secara matematis masih bersaing untuk kejuaraan dunia adalah kompetitor dan pantas mendapatkan rasa hormat tertinggi," tegasnya. "Saya ulangi, menurut saya, syarat utama untuk mengalahkan lawan adalah menghormati mereka."
Dall'Igna juga menegaskan bahwa ia tidak pernah berhenti percaya Ducati bisa meraih gelar pembalap MotoGP untuk kelima kalinya secara berturut-turut. "Saya tidak pernah berhenti mempercayainya, saya tidak pernah berhenti mendorong seluruh tim," pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!