SPONSORED

Di Giannantonio Bantah Teori Trek Aprilia-Ducati di MotoGP

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Di Giannantonio Bantah Teori Trek Aprilia-Ducati di MotoGP
TO NEWS OVERVIEW
Di Giannantonio Bantah Teori Trek Aprilia-Ducati di MotoGP

Fabio Di Giannantonio tak mau ikut arus narasi yang membagi sirkuit MotoGP menjadi “trek Aprilia” dan “trek Ducati”. Baginya, pembalap tetap faktor penentu, dan Marc Marquez adalah bukti hidupnya.

Musim 2026 memang menyajikan duel sengit antara dua pabrikan Italia. Aprilia RS-GP lebih menggigit di tikungan cepat dan mengalir, sementara Ducati GP26 bersinar di sirkuit stop-and-go. Publik pun mulai menandai kalender: mana trek yang cocok untuk siapa. Namun Di Giannantonio menolak menyederhanakan segalanya.

“Mencari trek yang menguntungkan Ducati atau Aprilia itu lebih menarik bagi kalian para jurnalis, seperti dulu orang berbicara soal ‘trek Honda’ atau ‘trek Yamaha’,” ujarnya. “Ada pembalap luar biasa di kedua pabrikan, dan siapa yang bekerja paling baik akan menang. Itu faktanya. Aprilia melakukan pekerjaan hebat dan meraih hasil bagus di beberapa trek, tapi kenyataannya Marquez membungkam semua orang. Semua tergantung bagaimana Anda mengembangkan motor.”

Pedrosa Offers 'Strange' Advice to Struggling Bagnaia at Ducati
Read AlsoPedrosa Offers 'Strange' Advice to Struggling Bagnaia at Ducati

Pernyataan itu keluar dari pembalap yang menunggangi GP26 spek pabrikan yang sama dengan Marquez. Di Giannantonio sempat menjadi rider Ducati terbaik di paruh pertama musim berkat konsistensinya, bahkan sempat dianggap penantang gelar dari luar. Namun setelah kemenangan di Catalunya pada Mei, ia belum kembali ke podium pada hari Minggu. Kini ia tertinggal 51 poin dari pemimpin klasemen bersama Marquez dan Jorge Martin.

ADVERTISEMENT

Di Misano, ia hanya mampu kualifikasi keempat dan start buruk membuatnya terlempar ke posisi 10 di lap pertama. Ia finis ketujuh, lebih dari 20 detik di belakang Marquez. Hasil yang tak mencerminkan kecepatan sesungguhnya. “Kami menunjukkan kecepatan bagus, sering kali luar biasa, di setiap trek. Sayangnya akhir pekan ini, karena menurut saya kami sudah melakukan segalanya dengan benar,” akunya.

Menatap GP Austria, Di Giannantonio mengaku suasana hatinya campur aduk. “Kami akan tiba di Austria dengan mood negatif, tapi hanya karena serangkaian hal negatif menumpuk. Menurut saya, moral seharusnya tinggi. Kami peringkat empat dunia dan melakukan pekerjaan hebat. Jadi kami menuju Austria dengan semangat tinggi karena kami bisa tampil baik.”

Dengan Marquez yang sedang dalam performa lima kemenangan dalam tujuh grand prix terakhir, teori “trek Aprilia atau Ducati” kian kehilangan relevansi. Yang tersisa hanyalah realitas: pembalap dan tim yang paling siap secara teknis dan mental akan menuai hasil. Austria, dengan karakter stop-and-go-nya, mungkin akan menjadi ujian berikutnya.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU