Dan Ticktum mencuri perhatian di Formula E Monaco E-Prix 2026 setelah mencetak pole position sensasional untuk balapan pertama double-header Monaco. Pembalap Cupra Kiro tersebut mengalahkan Nyck de Vries dalam duel final dengan selisih 0,131 detik berkat lap impresif 1 menit 26,551 detik.
Hasil tersebut menjadi sangat penting bagi Ticktum yang hingga kini belum memiliki kursi pasti untuk musim Formula E berikutnya. Pole position di Monaco dipandang sebagai salah satu performa paling kuat dalam karier Formula E pembalap Inggris tersebut sekaligus meningkatkan peluangnya bertahan di grid musim depan.
Dari sisi teknis, Ticktum tampil sangat efektif memaksimalkan traksi dan efisiensi energi pada sektor pertama dan ketiga Circuit de Monaco. Meski sempat menyentuh dinding ringan dalam lap penentu, pembalap Inggris itu tetap mampu menjaga momentum dan stabilitas mobil sepanjang duel final.

Menariknya, ini menjadi pole position kedua Ticktum di Formula E, tetapi untuk pertama kalinya ia benar-benar akan start dari posisi terdepan. Pada pole sebelumnya, ia tidak memulai balapan dari P1 akibat penalti grid.
Perjalanan Ticktum menuju final duel juga berlangsung impresif. Ia terlebih dahulu menyingkirkan pemimpin klasemen Pascal Wehrlein di perempat final sebelum mengalahkan Maximilian Gunther pada semifinal.
Sementara itu, de Vries mencapai final setelah mengalahkan Antonio Felix da Costa sebelum kemudian menyingkirkan Mitch Evans lewat lap kuat di semifinal. Evans sendiri tetap menjaga momentum positif usai kemenangan di Berlin dengan start dari posisi keempat.
Baris kedua grid Monaco akan diisi Gunther dan Evans, sementara Wehrlein memulai balapan dari posisi kelima. Selisih tipis klasemen antara Wehrlein dan Evans membuat hasil Monaco diperkirakan sangat penting dalam perebutan gelar Formula E 2026.
Pada fase group stage, sesi qualifying berlangsung dalam kondisi cuaca cerah dengan temperatur lintasan terus meningkat. Namun tidak semua pembalap menikmati situasi tersebut. Zane Maloney gagal tampil setelah mengalami crash di FP2 dan mobilnya tidak selesai diperbaiki tepat waktu.
Di sisi lain, kandidat juara Edoardo Mortara mengalami masalah mekanis pada mobil Mahindra miliknya. Kerusakan tersebut tidak dapat diperbaiki karena aturan parc fermé, membuat Mortara kehilangan kesempatan penting dalam perebutan poin.
Wehrlein menjadi yang tercepat di Grup A dengan waktu 1 menit 28,832 detik dan lolos bersama Gunther, Nico Muller, serta Ticktum. Sementara Grup B dipimpin Evans di depan de Vries, Da Costa, dan Joel Eriksson.
Juara dunia bertahan Oliver Rowland justru gagal lolos ke fase duel dan harus start dari baris keenam. Hasil tersebut membuat persaingan klasemen Formula E semakin terbuka menjelang balapan utama Monaco E-Prix.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!