Kembalinya Ford secara resmi ke ajang World Rally Championship (WRC) menghadirkan dinamika baru yang menarik bagi tim M-Sport dan para pembalap mudanya. Musim lalu menjadi tahun pembelajaran yang krusial bagi Jonathan Armstrong, di mana ia berhasil mencatatkan debut kelas utamanya dengan finis di posisi ketujuh sebagai hasil terbaiknya.
Meskipun masa depan kursi balapnya untuk musim depan belum sepenuhnya dipastikan, situasi internal tim terus berkembang seiring meningkatnya keterlibatan pabrikan asal Amerika Serikat tersebut. Namun, para pendukung harus memahami bahwa proyek jangka panjang ini dipatok hingga tahun 2029, saat mobil regulasi baru dijadwalkan turun gelanggang.
Dalam tanggapannya mengenai dukungan teknis yang akan datang, Jonathan Armstrong menjelaskan situasi finansial dan teknis tim secara realistis. "Mungkin ada beberapa dukungan teknis, mungkin anggaran yang lebih kecil untuk beberapa hal. Tapi katakan saja itu belum dukungan penuh," ujarnya.

Lebih lanjut, ia melihat situasi ini justru bisa dimanfaatkan untuk memperkuat posisinya bersama Motorsport Ireland pada musim mendatang. "Ini mungkin bisa menguntungkan kami jika kami dapat melanjutkan kerja sama dengan Motorsport Ireland tahun depan," tambahnya.
Di sisi lain, manajemen tim yang dipimpin oleh Richard Millener masih meninjau berbagai opsi pembalap secara cermat tanpa terburu-buru mengumumkan susunan skuad resmi. Dengan fokus utama Ford yang kini mengincar pembalap top dari pabrikan lain, para underdog seperti Armstrong tetap optimistis bisa membuktikan kapasitas terbaiknya di lintasan reli dunia.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!