Gigi Dall'Igna tidak bisa menyembunyikan rasa puasnya. Di paddock Misano, seusai Grande Premio di San Marino, sang Direktur Umum Ducati menyaksikan Marc Marquez kembali naik podium tertinggi dan merebut puncak klasemen. Padahal, sepekan sebelumnya, kondisi fisik Marquez masih diragukan. “Akhir pekan yang bagus lagi setelah Aragon. Jelas ini lebih penting karena kami bermain di kandang, di depan penggemar kami sendiri,” ujarnya kepada GPOne.
Keberhasilan di Misano tidak lepas dari kerja keras seluruh tim. Ducati sempat diprediksi kesulitan menghadapi Aprilia yang secara historis kuat di sirkuit ini. “Misano memang trek di mana Aprilia selalu tampil baik. Tahun lalu mereka juga kuat, jadi kami memperkirakan akan sulit. Kami tidak dapat pole, dan mereka sangat cepat,” aku Dall'Igna. Namun, balapan berbicara lain: Bezzecchi yang start dari pole justru terjatuh saat memimpin, membuka jalan bagi Marquez.
Bagi Dall'Igna, faktor mental menjadi pembeda. “Pikiran itu fundamental. Mulai sekarang kami harus konsisten dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin tanpa kesalahan,” tegasnya. Ia menilai Marquez telah menunjukkan ketangguhan mental yang luar biasa. “Seperti saya bilang awal tahun, waktu berpihak pada kami. Marc harus membiasakan diri lagi dengan semua mekanisme dan hal-hal yang dibutuhkan untuk cepat di atas motor. Menurut saya dia melakukannya dengan sangat baik.”

Pujian itu bukan tanpa alasan. Marquez memang dikenal sebagai pembalap yang mampu beradaptasi cepat, bahkan setelah cedera. Kini, ia memimpin kejuaraan, sesuatu yang tampak mustahil beberapa pekan lalu. “Dia sangat jernih dan tahu apa yang diperlukan untuk membalikkan keadaan,” tambah Dall'Igna.
Di sisi lain, Ducati masih harus menghadapi kenyataan pahit: Pecco Bagnaia terjatuh di Misano. “Dengan Bagnaia kami dalam masalah, tidak perlu menyangkalnya,” kata Dall'Igna. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tim tidak boleh panik. “Kami tahu situasinya sulit di awal tahun, tapi waktu berpihak pada kami. Kami mencoba tetap tenang, fokus, dan memperbaiki tanpa membuat kekacauan. Itu yang biasanya terjadi saat stres meningkat. Saya pikir kami melakukannya dengan baik.”
Ducati kini berada di posisi yang lebih baik, tetapi Dall'Igna enggan jemawa. “Kami belum mencapai apa pun. Masih ada tujuh balapan, sepertiga musim, dan banyak hal yang harus diputuskan. Seperti biasa, kejuaraan berakhir di Valencia, jadi sampai saat itu kami harus terus percaya dan berusaha bangkit.”
Dengan performa Marquez yang semakin solid dan Bagnaia yang tengah terpuruk, Ducati berada di persimpangan: di satu sisi mereka memiliki pemimpin klasemen, di sisi lain mereka harus segera mengembalikan performa juara bertahan. Sisa musim akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi dan ketenangan tim Italia tersebut.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!