SPONSORED

Sainz Ungkap Data Rahasia Ferrari yang Bikin Syok

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Sainz Ungkap Data Rahasia Ferrari yang Bikin Syok TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Carlos Sainz mengaku sempat terkejut saat pertama kali bergabung dengan Ferrari pada 2021. Bukan karena tekanan jadi pembalap Scuderia, melainkan karena tim asal Maranello itu membeberkan analisis mendetail tentang performanya selama enam tahun terakhir—jauh sebelum ia resmi mengenakan seragam merah.

Data itu disajikan langsung oleh Mattia Binotto, yang saat itu menjabat sebagai team principal, dan Laurent Mekies selaku sporting director. Kini Binotto memimpin proyek Audi, sementara Mekies menjabat sebagai bos Red Bull. Momen itu diungkap Sainz dalam wawancara bersama media di paddock.

“Saya ingat ketika saya datang ke Ferrari, Mattia dan Laurent menunjukkan dokumen berisi semua performa saya selama enam tahun terakhir melawan rekan setim. Saya syok dengan seberapa banyak yang mereka tahu. Di McLaren, Renault, dan Toro Rosso, saya pikir mereka tidak akan tahu,” ujar pembalap asal Spanyol itu.

How a Failed 2024 Upgrade Set Up Racing Bulls' 2026 Success
Read AlsoHow a Failed 2024 Upgrade Set Up Racing Bulls' 2026 Success

Yang membuatnya makin terkesima, data itu mencakup detail performa di kondisi basah, transisi basah-kering, lintasan kering, hingga hasil kualifikasi. Menurut Sainz, kedalaman analisis itulah yang meyakinkannya bahwa Ferrari benar-benar serius merekrutnya—bahkan saat ia bersaing dengan nama besar seperti Daniel Ricciardo untuk kursi yang ditinggalkan Sebastian Vettel.

ADVERTISEMENT

“Mereka memindai saya, dan itulah mengapa mereka memilih saya. Lalu mereka menyajikan statistik yang menurut mereka bisa saya tingkatkan, dan saya pikir itu juga statistik yang saya tahu harus saya perbaiki,” tambahnya.

Sainz mengaku belum siap melihat sejauh apa tim papan atas memantau pembalap. Namun, pengalaman itu justru memberinya kepercayaan diri. “Saya tidak sepenuhnya siap melihat tim benar-benar memperhatikan detail. Tim seperti Ferrari memilih saya daripada Daniel Ricciardo atau kandidat lain—itu membuat saya terkesan. Saya senang melihat tim papan atas punya alat untuk melihat detail yang mereka lihat,” pungkasnya.

Kini bersama Williams, Sainz membawa pelajaran berharga itu untuk membangun karier baru. Pengalaman di Ferrari memang menjadi babak emas, tetapi cara tim merekrutnya akan selalu ia ingat sebagai momen yang mengubah cara pandangnya terhadap dunia F1.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU