Martin Brundle menggunakan analogi “roti dan mentega panas” untuk menjelaskan perubahan regulasi power unit Formula 1 yang diterapkan FIA setelah muncul berbagai persoalan manajemen energi pada tiga seri awal musim 2026. Penyesuaian regulasi tersebut mulai diterapkan menjelang Miami Grand Prix demi mengurangi fenomena super-clipping dan lift and coast yang dinilai mengganggu kualitas balapan.
Perubahan utama yang diperkenalkan FIA adalah pengurangan total energi harvesting dari 8MJ menjadi 7MJ per lap. Regulasi baru itu dirancang agar distribusi tenaga listrik dari MGU-K dan baterai lebih merata sepanjang lap, sehingga pembalap tidak kehilangan tenaga secara drastis di akhir straight. Selain itu, batas super-clipping kini ditingkatkan hingga 350kW setelah sebelumnya dibatasi pada 250kW.
FIA juga menambahkan sistem perlindungan baru saat start lambat dengan aktivasi otomatis MGU-K untuk membantu akselerasi awal mobil. Langkah tersebut muncul setelah insiden nyaris tabrakan antara Franco Colapinto dan Liam Lawson pada awal musim. Perubahan tersebut memperlihatkan bagaimana Formula 1 masih terus menyempurnakan transisi menuju regulasi power unit generasi baru yang lebih mengandalkan elektrifikasi.

“Ini bisnis yang sangat kompleks, tetapi ada dua tujuan utama,” ujar Brundle kepada Sky Sports F1.
Menurut Brundle, FIA mencoba memastikan distribusi energi listrik lebih konsisten di seluruh sektor lintasan sekaligus mengurangi risiko perbedaan kecepatan ekstrem saat pembalap menggunakan mode boost penuh. Situasi tersebut sebelumnya memicu kekhawatiran keselamatan karena mobil di belakang dapat memperoleh tambahan ratusan tenaga kuda dalam waktu singkat, terutama di zona pengereman panjang.
“Kami melihat kecelakaan antara Oliver Bearman dan Franco Colapinto di Jepang, jadi itu dua tujuan utamanya,” jelas Brundle.
Dari sisi teknis, regulasi baru ini diperkirakan akan mengubah pendekatan tim terhadap deployment energi dan manajemen baterai selama balapan. Tim seperti Mercedes, Ferrari, dan Red Bull Racing kini harus menyesuaikan strategi pemulihan energi agar tidak kehilangan performa pada fase kritis lap. FIA berharap perubahan tersebut mampu menciptakan karakter balapan yang lebih natural tanpa menghilangkan identitas hybrid Formula 1 modern.
Brundle kemudian menggambarkan perubahan tersebut menggunakan analogi sarapan sederhana untuk menjelaskan distribusi energi yang lebih merata sepanjang lap.
“Itu seperti roti panggang favorit Anda yang masih panas lalu diberi mentega dingin dari kulkas, tetapi menteganya tidak meleleh dan terasa frustrasi. Anda memotong mentega itu menjadi lebih kecil dan menyebarkannya lebih merata, lalu sekarang Anda punya roti dan mentega panas yang lezat, tetapi tetap roti dan mentega yang sama,” kata Brundle.
Formula 1 diperkirakan masih akan terus mengevaluasi efektivitas regulasi baru tersebut dalam beberapa seri mendatang. Dengan kalender segera memasuki rangkaian sirkuit berkarakter high-speed di Eropa, keberhasilan FIA menjaga keseimbangan antara performa energi hybrid dan aspek keselamatan akan menjadi fokus utama paddock sepanjang paruh pertama musim 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!