MotoGP – Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder, mengungkapkan bahwa gaya balap agresif yang selama ini menjadi ciri khasnya tidak lagi efektif pada musim MotoGP 2025, setelah ia terpuruk hingga posisi ke-11 klasemen dunia.
Dalam wawancara eksklusif bersama Crash.net, Binder menjelaskan bahwa motor KTM RC16 generasi terbaru justru menuntut pendekatan berkendara yang jauh lebih halus, berlawanan dengan insting naturalnya yang mengandalkan pengereman keras dan agresivitas tinggi.

Setelah empat musim beruntun menjadi pembalap utama KTM, Binder kini harus menerima kenyataan bahwa ia kalah bersaing dari rekan setim barunya, Pedro Acosta, yang tampil lebih konsisten. Sementara itu, Binder mengalami banyak kecelakaan bagian depan, khususnya saat melakukan time attack di sesi kualifikasi.
“Setiap kali saya mencoba mendorong terlalu keras, di situlah semua masalah muncul,” kata Binder kepada Crash.net.
“Saya harus menemukan cara untuk tetap cepat dengan gaya ‘low G riding’. Biasanya saya cuma gaspol dan lihat apa yang terjadi, tapi sekarang itu sudah tidak bekerja lagi.”
Binder juga mengakui bahwa musim 2025 menjadi periode paling sulit dalam karier MotoGP-nya sejauh ini, terutama di sesi kualifikasi.
“Saya memang tidak pernah jadi pembalap kualifikasi yang hebat, tapi tahun ini benar-benar yang terburuk,” ujarnya.
“Masalahnya selalu muncul ketika saya mencoba melakukan satu lap maksimal.”

KTM kini memiliki beberapa gaya balap yang sangat berbeda dalam garasinya, termasuk Maverick Viñales yang dikenal dengan pendekatan bersih dan halus, serta Enea Bastianini yang kuat dalam pengereman dan kecepatan tikungan. Binder menilai bahwa perbedaan ini menunjukkan bahwa RC16 membutuhkan adaptasi gaya balap yang lebih spesifik.
“Maverick sangat rapi, Enea kuat di pengereman dan exit tikungan. Kami sekarang punya banyak ekstrem gaya balap. Tantangannya adalah menemukan cara agar gaya kita benar-benar cocok dengan motor ini,” jelas Binder.
Menatap motor KTM 2026, Binder menegaskan satu prioritas teknis utama.
“Jika saya bisa memilih satu hal, saya ingin motor ini tidak terlalu spin saat saya mengangkat motor keluar tikungan. Kalau saya bisa mendapatkan traksi yang lebih baik setiap kali keluar tikungan, itu akan mengubah segalanya,” katanya.
Meski musim 2025 penuh frustrasi, Binder tetap optimistis bahwa periode ini hanya akan menjadi fase sulit yang suatu hari bisa ia lihat sebagai bagian dari proses kebangkitan.
“Saya berharap ketika melihat kembali tahun 2025 nanti, ini hanya akan terlihat sebagai satu fase sulit sebelum kami bangkit lagi,” tutup Binder kepada Crash.net.
Standings MotoGP
| Pos | Rider | Team | Pts |
|---|---|---|---|
| 1 | Marc Marquez | Ducati Lenovo Team | 545.0 |
| 1 | Lando Norris | McLaren | 390.0 |
| 2 | Alex Marquez | BK8 Gresini Racing MotoGP | 467.0 |
| 2 | Oscar Piastri | McLaren | 366.0 |
| 3 | Marco Bezzecchi | Aprilia Racing | 353.0 |
| 3 | Max Verstappen | Red Bull | 341.0 |
| 4 | Pedro Acosta | Red Bull KTM Factory Racing | 307.0 |
| 4 | George Russell | Mercedes | 276.0 |
| 5 | Francesco Bagnaia | Ducati Lenovo Team | 288.0 |
| 5 | Charles Leclerc | Ferrari | 214.0 |



Discussion (4)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
Vowre • 4 days ago
brad binder mungkin akan panas di 2026
Jhone • 4 days ago
Yeah bro
Jhone • 4 days ago
Wowqq
Ifan Apriyana • 4 days ago
haha