Advertisement Sportrik
15s

Bos McLaren Bongkar Penyebab Crash Oscar Piastri di Australia

Bos McLaren Bongkar Penyebab Crash Oscar Piastri di Australia
© F1

Formula 1, Sportrik Media - Oscar Piastri mengalami kecelakaan mengejutkan sebelum balapan Grand Prix Australia 2026 dimulai setelah mobil McLaren miliknya kehilangan kendali pada reconnaissance lap menuju grid di Sirkuit Albert Park, Melbourne. Insiden tersebut terjadi ketika MCL40 miliknya menyentuh kerb di bagian luar Tikungan 4 sebelum mobil berputar dan menghantam dinding pembatas.

Kecelakaan itu menjadi momen sulit bagi Piastri di depan publik tuan rumah, mengingat tahun sebelumnya ia juga mengalami insiden saat balapan berlangsung dalam kondisi basah ketika sedang berada di posisi kedua. Meski sempat hampir terjebak di area rumput, pembalap Australia itu kala itu masih mampu menyelesaikan lomba di posisi kesembilan.

Kepala tim McLaren, Andrea Stella, menyebut insiden yang dialami Piastri sebagai situasi yang sangat tidak menguntungkan. Namun ia yakin pembalap muda tersebut memiliki mental kuat dan mampu bangkit dengan cepat menjelang seri berikutnya dalam kalender Formula 1 2026 di China.

George Russell Wins F1 Australian GP 2026 as New Rules Spark Debate
Read AlsoGeorge Russell Wins F1 Australian GP 2026 as New Rules Spark Debate

“Oscar adalah pembalap yang sangat kuat secara mental,” kata Stella.

ADVERTISEMENT

“Dia akan menggunakan pengalaman ini untuk menjadi lebih fokus dan lebih bertekad mulai dari balapan di China.”

“Kami akan menghadapi situasi ini bersama sebagai sebuah tim, apa pun yang terjadi.”

Stella kemudian menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut dipicu oleh kombinasi tiga faktor utama yang terjadi secara bersamaan pada mobil Piastri sebelum start balapan.

ADVERTISEMENT

Faktor pertama adalah kondisi ban yang masih dingin ketika mobil melaju menuju grid. Dalam kondisi tersebut, kehilangan traksi dapat terjadi secara tiba-tiba ketika roda mulai berputar tanpa cengkeraman yang cukup.

Faktor kedua berkaitan dengan penggunaan kerb pada Tikungan 4, yang sebenarnya merupakan jalur normal yang digunakan pembalap sepanjang akhir pekan. Namun ketika ban masih dingin, permukaan kerb dapat memperbesar risiko kehilangan grip.

“Yang kami amati pada dasarnya adalah tiga faktor utama: pertama ban dingin, dan ketika wheelspin mulai terjadi, hal itu terjadi secara sangat tiba-tiba,” jelas Stella.

ADVERTISEMENT

“Kemudian dengan kompon ban ini, ketika mobil berada di atas kerb—kerb yang sebenarnya sudah digunakan hampir di setiap lap—situasi menjadi lebih sulit ketika ban masih dingin.”

Faktor ketiga berasal dari karakteristik pengiriman torsi pada unit daya, yang dalam beberapa kondisi dapat menghasilkan lonjakan tenaga tambahan setelah perpindahan gigi.

“Ada juga elemen tambahan dari osilasi dan perpindahan gigi yang menghasilkan torsi ekstra ketika kami menganalisis perilaku power unit,” ujar Stella.

ADVERTISEMENT

“Dalam pengujian kami mungkin pernah melihat situasi serupa, tetapi tidak dalam kombinasi dengan ban dingin dan kerb yang memperparah kondisi kehilangan grip.”

Menurut Stella, kombinasi faktor tersebut akhirnya menciptakan situasi yang sangat sulit dikendalikan oleh Piastri pada fase awal perjalanan menuju grid. McLaren kini akan mempelajari data insiden tersebut secara menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa pada balapan berikutnya.

Meski insiden tersebut menjadi pukulan bagi tim tuan rumah di Melbourne, McLaren tetap optimistis dapat kembali kompetitif ketika musim Formula 1 2026 berlanjut pada Grand Prix China pekan depan.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free login.

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU