SPONSORED

Bos F1 Bela Regulasi Baru di Tengah Kritik

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Bos F1 Bela Regulasi Baru di Tengah Kritik TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Mattia Binotto dan Fred Vasseur menolak kritik bahwa perubahan regulasi terbaru Formula 1 hanya menjadi solusi sementara terhadap kelemahan teknis regulasi 2026. Kedua petinggi tim tersebut menegaskan FIA dan Formula 1 tetap melakukan penyesuaian serius terhadap masalah energi hybrid yang mulai terlihat sejak awal musim.

Sepanjang jeda April, FIA, Formula 1, tim, dan para pembalap mengadakan beberapa diskusi intensif untuk mengatasi kelemahan utama regulasi baru. Fokus utama pembahasan adalah pengelolaan energi listrik dan distribusi tenaga antara mesin pembakaran internal serta sistem baterai generasi berikutnya.

Hasil dari pembahasan tersebut menghasilkan dua perubahan teknis penting. FIA meningkatkan kapasitas super-clipping baterai dari 250kW menjadi 350kW, sementara jumlah energi yang dapat digunakan selama lap dikurangi dari 8MJ menjadi 7MJ. Langkah tersebut dirancang untuk mengurangi situasi ekstrem di mana pembalap harus melakukan lift and coast berlebihan demi menjaga daya baterai.

Leclerc Defends Formula 1 Engine Regulations
Read AlsoLeclerc Defends Formula 1 Engine Regulations

Pada Miami Grand Prix, sejumlah pembalap mengakui perubahan itu mulai memberikan dampak positif. Namun karakter sirkuit Miami yang memiliki banyak zona pengereman membuat pengisian ulang energi menjadi jauh lebih mudah dibanding beberapa trek lain di kalender Formula 1.

ADVERTISEMENT

Kritik terbesar terhadap regulasi 2026 sejauh ini datang dari konsep distribusi tenaga 50:50 antara mesin pembakaran internal dan baterai listrik. Banyak pihak menilai pendekatan tersebut membuat karakter balapan Formula 1 berubah terlalu drastis. FIA sendiri sudah memastikan konsep itu akan direvisi kembali mulai regulasi mesin 2027.

"Pada masa lalu kami juga pernah melakukan banyak fuel saving dan pembalap tidak selalu bisa flat-out sepanjang waktu. Regulasi ini memang berbeda dan membutuhkan gaya mengemudi berbeda, tetapi ini tetap Formula 1," ujar Binotto.

Pimpinan proyek Formula 1 Audi itu menilai sebagian besar pembalap sebenarnya mulai menikmati tantangan teknis baru yang dihadirkan regulasi hybrid generasi berikutnya. Menurutnya, Formula 1 tetap mempertahankan elemen inti berupa pertarungan kecepatan, strategi, dan duel langsung di lintasan.

ADVERTISEMENT

Vasseur juga mendukung pandangan tersebut dan menilai kritik yang muncul lebih dipengaruhi posisi kompetitif masing-masing pembalap. Team principal Ferrari itu menyebut pembalap di barisan depan klasemen cenderung lebih menerima regulasi dibanding mereka yang kesulitan bersaing.

"Setiap perubahan regulasi selalu menghadirkan situasi serupa. Ada pembalap yang lebih vokal dibanding yang lain. Itu bagian dari DNA pembalap karena mereka selalu ingin berada di depan," kata Vasseur.

Diskusi mengenai regulasi 2026 kini menjadi salah satu topik paling sensitif di paddock Formula 1. Di satu sisi FIA ingin mempertahankan arah elektrifikasi dan efisiensi energi, sementara tim serta pembalap terus mendorong karakter mobil yang tetap agresif untuk balapan wheel-to-wheel. Dengan perubahan besar menuju 2027 sudah mulai disiapkan, Formula 1 kini berada dalam fase penting untuk menentukan keseimbangan antara inovasi teknis dan kualitas balapan.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU