Gabriel Bortoleto tidak perlu waktu lama untuk memahami siapa Fernando Alonso sebenarnya. Pembalap muda Audi itu menyebut manajernya tersebut memiliki kepribadian yang sama persis, baik di depan kamera maupun saat tak ada sorotan. Dalam sebuah wawancara di podcast The Fast And The Curious, Bortoleto mengungkapkan bahwa Alonso adalah pribadi yang sangat blak-blakan dan penuh sarkasme.
"Dia sangat terus terang saat di depan kamera. Dia seperti apa yang dia tunjukkan. Salah satu kualitasnya adalah dia tidak berpura-pura. Jadi, saya pikir orang tahu bagaimana dia," ujar Bortoleto. Ia pun mengaku menyukai sisi sarkastik Alonso. "Saya suka dia sangat sarkastik dalam banyak hal, tapi orang sudah tahu itu. Sebagian besar waktu dia sarkastik, dan itu lucu. Saya banyak tertawa karenanya," tambahnya.
Bortoleto, yang kini membela Audi setelah tim Swiss tersebut diambil alih secara resmi, berada di bawah naungan A14 Management, agensi milik Alonso. Ia bergabung dengan deretan pembalap lain seperti Maximilian Guenther, Clement Novalak, Nikola Tsolov, Pepe Marti, Sebastian Montoya, Chloe Chambers, Cenyu Han, Andres Cardenas, dan Carl Bennett. Hubungan manajerial ini bukan sekadar kontrak, melainkan juga mentorship yang menguntungkan kedua belah pihak.

Pada 2025, Alonso pernah melontarkan pujian setinggi langit untuk Bortoleto. Saat itu, Bortoleto finis keenam di Grand Prix Hungaria, tepat di belakang Alonso yang finis kelima. "Dia melakukan sedikit kesalahan, selalu memberikan tekanan. Dia rookie terbaik generasi ini," kata Alonso. "Jika dia orang Inggris, dan finis keenam dengan Sauber, dia akan ada di semua berita besok. Apa yang dia lakukan luar biasa."
Musim rookie Bortoleto berakhir di peringkat 19 klasemen pembalap. Kini, di musim keduanya, ia telah mengumpulkan 10 poin dan berada di posisi 14, unggul atas rekan setimnya yang berpengalaman, Nico Hulkenberg, yang berada di posisi 15 dengan tujuh poin. Pencapaian ini menunjukkan perkembangan pesat pembalap 21 tahun itu, terlebih dengan tekanan sebagai pembalap muda di tim pabrikan.
Kepribadian Alonso yang apa adanya ternyata memberi dampak positif bagi Bortoleto. Di paddock yang sering kali penuh intrik dan pencitraan, kejujuran Alonso menjadi penyegar. Bortoleto merasa nyaman karena tidak perlu menebak-nebak maksud manajernya. "Saya suka sarkasmenya, itu cukup lucu," ujarnya singkat.
Dengan performa yang terus meningkat, Bortoleto membuktikan bahwa kepercayaan Alonso tidak salah. Ia bukan hanya sekadar anak didik, tetapi juga calon bintang masa depan F1. Sementara itu, Alonso sendiri masih aktif membalap untuk Aston Martin, dan karakternya yang vokal tetap menjadi warna tersendiri di grid.
Bagi para penggemar F1, kisah hubungan antara Alonso dan Bortoleto ini menambah dimensi humanis di balik kerasnya kompetisi. Ini bukan tentang strategi atau data teknis, melainkan tentang bagaimana dua pembalap dari generasi berbeda saling menghormati dan belajar. Dan bagi Bortoleto, memiliki manajer seperti Alonso adalah keuntungan yang tidak ternilai.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!