Enea Bastianini melontarkan kritik keras terhadap sanksi yang diterimanya pada lap pemungkas balapan sprint Grand Prix Jepang. Insiden batas lintasan tersebut membuatnya kehilangan podium krusial di Sirkuit Motegi setelah terlibat duel ketat.
Memulai dari grid ketat di posisi ketujuh, pembalap tim Red Bull KTM Tech3 tersebut mampu merangsek ke barisan depan. Menjelang akhir lomba, ia memanfaatkan penurunan performa ban yang dialami oleh Jorge Martin untuk memperebutkan posisi tiga besar.
Namun, petaka datang di Tikungan 10 ketika keduanya melebar dan menyentuh area hijau di luar batas lintasan putih. Regulasi MotoGP menetapkan bahwa pelanggaran batas trek pada lap terakhir berbuah hukuman turun satu posisi secara otomatis tanpa toleransi.

Bastianini merasa hukuman tersebut sangat tidak adil lantaran dirinya sama sekali tidak mendapatkan keuntungan waktu. Sebaliknya, ia menilai manuver tersebut justru membuat jaraknya dengan Martin semakin melebar saat keluar tikungan.
Sementara itu, Martin mengakui kesalahannya meski merasa geram pada diri sendiri karena kehilangan tambahan poin krusial dalam perburuan gelar juara dunia melawan Marc Marquez. Akibat penalti ganda ini, Diogo Moreira($_) mendapatkan promosi cuma-cuma untuk naik ke atas podium.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!