Legenda balap motor asal Inggris, Barry Sheene, secara resmi dilantik ke dalam MotoGP Hall of Fame dalam sebuah seremoni khusus di London, Kamis (24/7/2025). Penghargaan ini diberikan menjelang British Grand Prix, dan medali diterima oleh putranya, Freddie Sheene, dari tangan CEO MotoGP, Carmelo Ezpeleta. Pengakuan ini menjadi puncak karier Sheene yang telah dua kali juara dunia 500cc dan dikenal sebagai superstar global pertama di dunia balap motor.
Sheene, yang berkarakter karismatik dan blak-blakan, tidak hanya memenangkan gelar pada 1976 dan 1977, tetapi juga mengubah wajah olahraga ini. Dengan gaya hidup glamor dan popularitas yang melampaui sirkuit, ia menjadi ikon yang menjangkau jutaan penggemar, jauh sebelum era Valentino Rossi. Pengaruhnya membuka jalan bagi generasi pembalap modern untuk berekspresi di luar lintasan.
Karier Sheene dimulai dengan gemilang, podium di balapan 125cc pertamanya pada 1971, lalu langsung podium saat debut di 500cc. Kemenangan pertamanya di kelas raja datang di Dutch TT 1975, diikuti 18 kemenangan Grand Prix lainnya. Total, ia mengoleksi 19 kemenangan dan 40 podium di 500cc, dengan rivalitas legendaris melawan Kenny Roberts yang menghasilkan balapan-balapan epik di akhir 70-an dan awal 80-an.

Meski sering cedera parah, Sheene selalu bangkit. Pada 1982, ia kembali menjadi kandidat juara dengan lima podium dalam tujuh balapan pertama, hingga kecelakaan berat di latihan Silverstone mengakhiri mimpinya. Namun, ia tetap bertahan dua musim lagi, dan podium terakhirnya terjadi pada 1984 di Kyalami saat hujan deras, finish ketiga yang ia anggap sebagai salah satu balapan terbaiknya.
Sheene sebelumnya telah dinobatkan sebagai MotoGP Legend, dan kini masuk Hall of Fame yang baru diperkenalkan pada 2025. Hall of Fame ini dikhususkan bagi pembalap yang meraih gelar juara dunia MotoGP/500cc atau minimal 25 kemenangan Grand Prix di kelas utama. Karena Sheene meninggal pada 2003, putranya Freddie mewakili keluarga dalam seremoni tersebut.
“MotoGP menghormatinya 50 tahun setelah gelar pertamanya, itu pasti membuatnya sangat bangga,” ujar Freddie. Ezpeleta juga menyanjung Sheene: “Barry istimewa, bukan hanya karena bakatnya, tapi caranya terhubung dengan penggemar.” Dengan dua gelar, 19 kemenangan, dan kepribadian yang melampaui sirkuit, Barry Sheene tetap menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah MotoGP.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!