SPONSORED

Bagnaia Masih Buta Penyebab Krisis Grip di MotoGP 2026

Notifikasi
Arya Okta
Arya Okta
0
Bagnaia Masih Buta Penyebab Krisis Grip di MotoGP 2026
TO NEWS OVERVIEW
Pecco Bagnaia crashed out of the San Marino GP © Gold and Goose

Pecco Bagnaia mengaku kebingungan mencari akar masalah hilangnya grip ban belakang yang membuatnya kembali terjatuh di MotoGP San Marino, Minggu lalu. Pembalap Ducati itu menyebut situasinya "sulit untuk diketahui mengapa" ia terus berjuang dengan cengkeraman yang tidak dirasakan pembalap Ducati lainnya.

Bagnaia memulai akhir pekan di Misano dengan catatan buruk: gagal lolos dari Q1 dan hanya finis ke-13 di sprint race. Balapan utama pun tak berjalan lebih baik. Ia terjatuh di Tikungan 2 pada lap keenam, mengakhiri harinya lebih cepat dari yang diharapkan. Insiden itu melengkapi derita yang ia gambarkan sebagai "rasa terhina" karena terus dilanda masalah grip.

“Saya berusaha,” ujar Bagnaia. “Start saya lebih baik dibanding kemarin, jadi saya mencoba mengikuti [Fabio] Di Giannantonio setelah Franky [Morbidelli] menjalani penalti long lap. Saya hanya mencoba mengikutinya, dan begitu saya mengalami sedikit spin, di tikungan dua saya kehilangan bagian depan lagi.”

Alex Marquez: Marc Marquez Was 'Playing' with Rivals at San Marino
Read AlsoAlex Marquez: Marc Marquez Was 'Playing' with Rivals at San Marino

Baginya, ini bukan pertama kali. Di Brno, sirkuit dengan level grip tinggi yang mirip Misano, ia justru merasa lebih baik. “Di Brno, masalah grip belakang saya lebih sedikit. Akhir pekan ini saya berada dalam situasi yang sangat sulit karena saya tidak merasakan cengkeraman sama sekali,” tambahnya. Ia bahkan sempat berbicara dengan pembalap Ducati lain yang mengatakan grip tinggi, namun ia tidak merasakannya.

ADVERTISEMENT

Kini perhatian beralih ke Red Bull Ring, Austria, akhir pekan ini. Sirkuit yang secara historis bersahabat bagi Bagnaia dan Ducati. “Ini trek yang bagus untuk Ducati, salah satu yang terbaik untuk saya. Ketika saya merasa baik di atas motor, saya memenangi balapan dengan selisih beberapa detik,” kenangnya. Namun, ia tak mau jemawa. “Kami perlu memahami apa yang akan kami rasakan saat tiba di sana.”

Yang menjadi kekhawatiran, Michelin membawa konstruksi ban belakang dengan karkas lebih keras ke Austria. Jika masalah grip Bagnaia belum terpecahkan, bukan tidak mungkin kesulitannya justru bertambah. Dengan kompetisi MotoGP 2026 yang semakin ketat, Bagnaia dituntut segera menemukan solusi sebelum jarak dengan para rival di klasemen semakin melebar.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU