Pecco Bagnaia kembali menjadi sorotan setelah komentarnya soal set-up motor Ducati di MotoGP San Marino 2026. Dalam percakapan yang tertangkap kamera DAZN, pembalap Italia itu tampak mengatakan bahwa Ducati "tidak mengizinkannya" mencoba set-up dasar yang diyakini bisa membantunya keluar dari kesulitan.
Momen itu terjadi saat Bagnaia berbincang dengan rider VR46, Fabio Di Giannantonio, yang menggunakan spek Ducati sama. Di Giannantonio menyarankan Bagnaia mencoba set-up "cukup normal" seperti miliknya, yang menurutnya sangat basic. Namun jawaban Bagnaia justru memicu tanda tanya besar.

"Itu bukan masalah utama. Aku memakai apa yang mereka suruh. Aku sudah mencoba semuanya," ujar Bagnaia. Ia menambahkan bahwa ban depan soft atau medium tak memberinya perbedaan signifikan, dan sensasi tuas kopling langsung terasa saat pengereman. "Mereka tidak mengizinkanku melakukannya," tegasnya merespons saran Di Giannantonio.

Pernyataan ini muncul di tengah periode sulit Bagnaia. Sejak jeda musim panas, ia tiga kali crash berturut-turut di grand prix. Keluhan soal kurangnya grip belakang yang hanya dialaminya, sementara data rider Ducati lain tidak menunjukkan masalah serupa, semakin memperkeruh situasi. Di Misano, usai sprint, ia mengaku merasa "terhina" dengan kondisinya, lalu terjatuh di balapan utama.
Yang menarik, beberapa hari sebelumnya Bagnaia sempat menyatakan bahwa Ducati akan mendominasi 1-2-3-4 di klasemen jika menjalankan empat GP24. Klaim terbarunya justru memunculkan spekulasi tentang kebebasan teknis yang ia miliki. Apakah ada batasan dari pabrikan, atau ini murni soal arah pengembangan yang belum menemui titik terang?
Di sisi lain, bos Ducati David Tardozzi menegaskan bahwa kedua belah pihak masih saling percaya dan terus bekerja keras memperbaiki performa Bagnaia. Ia juga menyebut kemenangan Marc Marquez di Misano sebagai penampilan "Marc Marquez dalam versi terbaiknya". Namun pernyataan Bagnaia yang tertangkap kamera itu jelas menambah lapisan drama di paddock.
Bagnaia sendiri sempat mencoba kembali ke set-up yang ia gunakan di awal musim, ketika ia masih mampu bersaing di podium. Tapi hingga kini, teka-teki grip belakang belum terpecahkan. Apakah Ducati akan membuka opsi set-up yang diinginkan Bagnaia? Atau justru sebaliknya, ia harus beradaptasi dengan paket yang ada? Yang jelas, pengakuan ini menjadi sinyal bahwa hubungan pembalap-tim sedang diuji.
Dengan sisa musim yang masih panjang, mata fans akan tertuju pada langkah Ducati dan Bagnaia. Jika benar ada pembatasan, bisa jadi ini titik balik yang menentukan arah juara bertahan tersebut. Namun jika ini hanya soal komunikasi, keduanya perlu segera duduk bersama. Sebab di MotoGP, kepercayaan dan kebebasan teknis adalah bahan bakar utama menuju podium.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!