Pelatih mental Formula Medicine, Riccardo Ceccarelli, menyarankan Francesco Bagnaia untuk meninggalkan Ducati guna menemukan kembali motivasi dan performa terbaiknya di MotoGP 2025. Usai finis kedelapan di GP Austria, akankah Bagnaia mempertimbangkan perubahan besar?
Pada GP Austria di Red Bull Ring, Bagnaia mengalami akhir pekan sulit. Ia gagal finis di Sprint Race akibat masalah ban belakang dan hanya mampu finis kedelapan di balapan utama, tertinggal 12 detik dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang menang. “Saya harap Ducati memberi penjelasan, karena saya kehilangan kesabaran,” ujar Bagnaia, menunjukkan frustrasi atas performa teknis motornya.

Ceccarelli, pelatih mental berpengalaman, menilai Bagnaia, juara dunia dua kali, kehilangan motivasi. “Ini kasus klasik. Ketika ekspektasi tidak terpenuhi, pembalap cenderung fokus pada masalah teknis. Pindah tim bisa membantu Bagnaia menemukan jati dirinya,” katanya, berdasarkan pengalaman menangani kasus serupa.
Analisis SPORTRIK: Krisis Motivasi atau Teknis?
Bagnaia, yang berada di posisi ketiga klasemen dengan 161 poin, tertinggal 152 poin dari Marquez. Meski menunjukkan kecepatan di sesi latihan (kedua di FP1, 1:29.686), ia kesulitan di balapan, terutama di Sprint Race, karena dinamika motor yang berubah akibat tangki bahan bakar kecil. “Ada alasan ilmiah mengapa saya kesulitan di Sprint,” ungkapnya, menyoroti masalah pengereman dan masuk tikungan.
Namun, manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menegaskan kepercayaan tim pada Bagnaia. “Tak ada yang meragukan kualitasnya. Ia telah membawa gelar setelah 15 tahun,” kata Tardozzi. Meski demikian, Ceccarelli menyarankan perubahan suasana untuk mengatasi potensi “jurang pemisah” antara Bagnaia dan tim, yang dapat memperburuk hubungan.
Dengan GP Inggris di Silverstone (1-3 Agustus) telah berlalu dan musim panas memberikan waktu refleksi, Bagnaia harus memutuskan apakah tetap bersama Ducati atau mencari tantangan baru di 2026. Pilihan tim seperti Aprilia atau KTM, yang menunjukkan kemajuan, bisa menjadi opsi. Konsistensi di paruh kedua musim akan menentukan apakah ia bisa mengejar Marquez atau membutuhkan perubahan drastis.
Pantau perjalanan Francesco Bagnaia di MotoGP 2025. Kunjungi SPORTRIK untuk analisis eksklusif, wawancara pembalap, dan pembaruan langsung dari lintasan!
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Marco Bezzecchi
Aprilia Racing
|
129 |
|
2
|
|
Jorge Martin
Aprilia Racing
|
127 |
|
3
|
|
Pedro Acosta
Red Bull KTM Factory Racing
|
92 |
|
4
|
|
Fabio Di Giannantonio
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
|
91 |
|
5
|
|
Ai Ogura
Trackhouse MotoGP Team
|
69 |
|
6
|
|
Raul Fernandez
Trackhouse MotoGP Team
|
68 |
|
7
|
|
Alex Marquez
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
67 |
|
8
|
|
Marc Marquez
Ducati Lenovo Team
|
57 |
|
9
|
|
Francesco Bagnaia
Ducati Lenovo Team
|
47 |
|
10
|
|
Enea Bastianini
Red Bull KTM Tech3
|
39 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Aprilia
|
162 |
|
2
|
|
Ducati
|
128 |
|
3
|
|
KTM
|
96 |
|
4
|
|
Honda
|
49 |
|
5
|
|
Yamaha
|
29 |
Read Also
Jorge Martin admitted he had podium pace at the Catalunya MotoGP despite another crash-filled weekend with Aprilia.
Trackhouse has confirmed Davide Brivio will leave at the end of the 2026 MotoGP season amid growing Honda rumours.
Pedro Acosta will start the 2026 Catalunya MotoGP from pole position ahead of Alex Marquez and Franco Morbidelli.
Subscribe Newsletter
Get the latest racing news updates directly to your email.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!