MotoGP, Sportrik Media - Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo mengaku dapat mengerem lebih keras di MotoGP Jepang 2025 di Sirkuit Motegi berkat solusi dari tes Misano yang mencoba "hal-hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya." Pembalap Italia ini memulai akhir pekan dengan kuat, memimpin FP1 untuk pertama kalinya musim ini, dan finis ketujuh di sesi Practice, memastikan akses langsung ke Kualifikasi 2.
Setelah sering gagal menyamai performa balapan dan lap terbaiknya di 2024, Bagnaia kali ini 0,2 detik lebih cepat dibandingkan Jumat di Motegi tahun lalu, di mana ia memenangi kedua balapan. "Kami menguji hal-hal berbeda di Misano, yang sebenarnya sudah ada, tapi belum sempat dicoba sepanjang musim," ujar Bagnaia kepada Sky Italy. "Hari ini saya merasa nyaman saat mengerem, dibandingkan tahun lalu saya mengerem lebih keras."


Inovasi Tak Terduga dari Tes Misano
Bagnaia tak merinci bagian mana yang diubah—diduga terkait fork, sasis, atau ketinggian ride-height—namun menyebut komponen tersebut pernah digunakan saat tes pramusim. "Kami sepanjang tahun mencari feel yang tepat dan harus mencoba hal-hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Saya pikir hari tes itu sangat krusial," tambahnya. Solusi ini tampaknya mengatasi masalah front-end yang sebelumnya menghambatnya di trek lain.
Meski hanya terpaut 0,16 detik dari rekan setimnya Marc Marquez, yang bisa mengunci gelar 2025 Minggu ini, Bagnaia mengalami kendala teknis di awal sesi sore. "Kami kehilangan 15 menit di awal sesi karena masalah teknis, tapi selain itu saya riding dengan lancar dan percaya diri," katanya. Ia juga bereksperimen dengan gaya berkendara baru karena mampu mengerem sangat keras, meskipun mengakui mungkin agak berlebihan.
Fokus pada Kualifikasi dan Sprint
Tanpa podium dalam lima ronde terakhir, Bagnaia menjaga ekspektasi realistis. "Kami bisa senang, tapi ini baru Jumat. Kita harus menunggu kualifikasi dan terutama Sprint, di mana saya biasanya paling kesulitan," ujarnya. Targetnya kini adalah finis lima besar di balapan sprint Sabtu, yang menjadi kunci menuju Grand Prix Minggu.
Pada pukul 11:35 malam WIB, 26 September 2025, Bagnaia dan Ducati tampak siap mengoptimalkan performa di hari kedua. Dukungan penggemar di kandang Honda dan Yamaha menambah tekanan, tetapi inovasi terbaru bisa menjadi keunggulan kompetitif.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Jorge Martin
Aprilia Racing
|
193 |
|
2
|
|
Marco Bezzecchi
Aprilia Racing
|
186 |
|
3
|
|
Fabio Di Giannantonio
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
|
177 |
|
4
|
|
Ai Ogura
Trackhouse MotoGP Team
|
168 |
|
5
|
|
Marc Marquez
Ducati Lenovo Team
|
153 |
|
6
|
|
Raul Fernandez
Trackhouse MotoGP Team
|
138 |
|
7
|
|
Pedro Acosta
Red Bull KTM Factory Racing
|
133 |
|
8
|
|
Francesco Bagnaia
Ducati Lenovo Team
|
130 |
|
9
|
|
Alex Marquez
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
78 |
|
10
|
|
Fermin Aldeguer
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
76 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Aprilia
|
279 |
|
2
|
|
Ducati
|
269 |
|
3
|
|
KTM
|
165 |
|
4
|
|
Honda
|
95 |
|
5
|
|
Yamaha
|
51 |
Read Also
Fabio Quartararo shared an emotional farewell message after Yamaha confirmed their partnership will end at the conclusion of the 2026 MotoGP season.
Marco Bezzecchi has shared his first update after his high-speed Assen MotoGP crash that cost him the 2026 championship lead.
Fabio Quartararo finished eighth at the 2026 Assen MotoGP despite arm pump caused by Yamaha's heavy bike and lack of grip.
Subscribe Newsletter
Get the latest racing news updates directly to your email.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!