Keputusan steward Grand Prix Italia soal prosedur start Yuki Tsunoda berbuntut panjang. Tim Audi resmi mengajukan banding atas vonis yang dianggap mereka tidak sesuai regulasi Formula 1.
Kejadian bermula saat restart pertama di Monza. Tsunoda yang seharusnya menempati posisi start ke-14 sempat mengarah ke slot ke-15 sebelum berbelok ke kanan dan akhirnya parkir di posisi yang benar. Namun mobil Racing Bulls-nya menghadap sedikit miring ke arah dinding pit, membuat direktur balap Rui Marques tidak nyaman dan memutuskan untuk menjalankan formation lap tambahan.
Setelah investigasi, steward menilai Tsunoda tidak melanggar aturan B5.9.4 yang mengatur tentang pembalap yang menyebabkan formation lap ekstra. Argumen Racing Bulls yang menyebut posisi ban depan tidak keluar dari kotak grid, tidak ada pembalap lain yang terpengaruh, dan Tsunoda bukan penyebab langsung formation lap tambahan, diterima.

Menurut steward, formation lap ekstra itu murni hasil penilaian direktur balap terhadap situasi. Mereka juga menilai Racing Bulls tidak punya alasan untuk memerintahkan Tsunoda masuk pitlane dan start dari sana. Alhasil, tidak ada penalti stop-and-go yang dijatuhkan.
Keputusan itulah yang membuat Audi naik pitam. Dalam pernyataan singkat, tim asal Jerman itu menyebut telah menyampaikan keberatan soal penerapan Artikel B5.9.4 setelah balapan. Mereka kemudian resmi memberitahukan niat untuk mengajukan banding.
Jika banding Audi berhasil dan Tsunoda dihukum, konsekuensinya signifikan. Regulasi F1 menyatakan penalti stop-and-go yang tidak dijalankan akan dikonversi menjadi penalti waktu 30 detik setelah balapan. Itu akan membuat Tsunoda yang finis ke-10 dan mencetak poin pertamanya bersama Racing Bulls turun ke posisi 15, sekaligus mengangkat Gabriel Bortoleto dari Audi ke posisi poin terakhir.
Banding ini menambah ketegangan di tengah persaingan ketat di lini tengah. Audi jelas tidak mau kehilangan poin berharga, sementara Tsunoda dan Racing Bulls berharap keputusan awal tetap dipertahankan. Proses hukum di F1 memang sering kali menjadi drama tersendiri, dan kasus ini masih jauh dari kata selesai.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!