Menjelang akhir pekan yang panas di Monza, kini muncul drama baru di meja hijau. Audi resmi mengajukan pemberitahuan banding atas keputusan stewards yang tidak menghukum Yuki Tsunoda usai insiden pada formation lap ekstra di Grand Prix Italia. Langkah ini berpotensi mengubah susunan poin di akhir balapan.
Kronologinya bermula ketika Charles Leclerc mengalami kecelakaan di awal lomba, memicu prosedur restart. Tsunoda yang seharusnya start dari posisi ke-14 sempat keliru mendekati sisi grid yang salah sebelum akhirnya berpindah ke posisi yang benar. Namun, mobil Racing Bulls-nya masih terparkir miring menghadap dinding pit, membuat race director Rui Marques memutuskan untuk membatalkan start dan memerintahkan satu formation lap tambahan.
Masalahnya, regulasi F1 2026, tepatnya Artikel B5.9.4, menyatakan bahwa jika seorang pembalap dianggap menyebabkan formation lap ekstra, ia wajib masuk pit lane di akhir lap tersebut dan start dari sana. Tsunoda tetap bertahan di grid, sehingga secara teori ia bisa terkena penalti stop-and-go.

Keputusan Stewards dan Keberatan Audi
Stewards memutuskan untuk tidak memberikan penalti setelah penyelidikan pasca-balapan. Mereka menilai Tsunoda telah berada di dalam kotak gridnya dengan benar dan tidak ada rival yang dirugikan. Lebih lanjut, mereka menganggap formation lap tambahan itu dipicu oleh penilaian race director, bukan langsung oleh kesalahan Tsunoda. Tim Racing Bulls juga tidak dianggap lalai karena tidak ada informasi yang menyebutkan bahwa pembalapnya dianggap bertanggung jawab.
Namun, Audi tidak terima. Pabrikan Jerman itu menyatakan keberatan atas penerapan pasal tersebut dan telah mengirimkan pemberitahuan banding. “Kami mengangkat kekhawatiran terkait penerapan Artikel B5.9.4, yang mengharuskan pembalap yang menyebabkan formation lap ekstra untuk masuk pit lane,” bunyi pernyataan resmi Audi. Mereka pun enggan berkomentar lebih lanjut karena proses banding sedang berjalan.
Jika banding diterima, konsekuensinya bisa langsung terasa di klasemen. Tsunoda yang finis ke-10 dan meraih poin pertamanya sejak kembali ke Racing Bulls, terancam kehilangan posisi tersebut. Penalti stop-and-go yang tidak dijalankan biasanya dikonversi menjadi penalti waktu 30 detik setelah balapan. Itu artinya, Tsunoda bisa turun ke posisi yang lebih rendah, dan Gabriel Bortoleto yang finis ke-11 berpotensi naik ke posisi poin terakhir.
Audi memiliki waktu 96 jam untuk memutuskan apakah akan melanjutkan banding secara formal. Keputusan ini tentu menjadi sorotan, mengingat ini adalah musim pertama Audi di F1 dan mereka sedang berjuang untuk bersaing di papan tengah. Apakah ini sekadar upaya untuk memanfaatkan celah regulasi, atau memang ada dasar kuat? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!