Liam Lawson mengakui akan lebih waspada ketika bertarung dekat dengan rekan setimnya, Arvid Lindblad, setelah ketegangan internal Racing Bulls pada Grand Prix Austria 2026. Meski demikian, pembalap Selandia Baru itu menegaskan pendekatannya dalam balapan tidak akan berubah.
Insiden terjadi ketika Lawson dan Lindblad memperebutkan posisi kesembilan di Red Bull Ring. Lindblad mengabaikan instruksi untuk mempertahankan posisi dan tetap menyerang Lawson, yang saat itu sedang mengelola temperatur rem yang terlalu tinggi.
Lawson sebelumnya diberi tahu bahwa Lindblad tidak akan mencoba menyalip. Ia kemudian mengangkat pedal gas lebih awal, tetapi Lindblad tetap melakukan manuver agresif yang mendorongnya mendekati area kerikil dan mengambil posisi kesembilan.

Situasi tersebut memicu kemarahan Lawson melalui radio tim. Pembalap berusia 24 tahun itu menyampaikan kepada race engineer Alexandre Iliopoulos bahwa ia tidak ingin kembali mengikuti instruksi serupa apabila kesepakatan internal tidak dihormati oleh kedua sisi garasi.
Racing Bulls kemudian mengoreksi urutan kedua pembalap melalui strategi pit stop. Lawson memperoleh keuntungan undercut pada rangkaian pemberhentian kedua, kembali ke lintasan di depan Lindblad, dan mempertahankan posisi kesembilan hingga finis, sementara rekan setimnya menyelesaikan balapan di posisi ke-10.
Hasil tersebut memberi Racing Bulls finis ganda di zona poin. Lawson juga melanjutkan awal musim yang kuat dengan mengumpulkan 30 poin dari delapan putaran pertama, tetapi insiden Austria menimbulkan pertanyaan mengenai pelaksanaan team order ketika kedua pembalap berada dalam situasi strategi yang berbeda.
Team principal Alan Permane meminta Lawson tetap tenang melalui radio pada putaran pendinginan dan menegaskan masalah itu akan diselesaikan secara internal. Pembicaraan setelah balapan terutama berfokus pada keputusan Lindblad untuk tidak mengikuti instruksi yang telah diberikan.
“Bagi saya, masalah itu sudah diselesaikan dalam balapan karena saya mendapatkan kembali posisi saya. Ketika balapan selesai, saya sudah sepenuhnya baik-baik saja,” kata Lawson menjelang Grand Prix Inggris di Silverstone Circuit.
“Saya hanya mencoba menjalankan bagian saya dalam balapan. Itu lebih merupakan pembahasan antara tim dan dirinya daripada pembahasan yang melibatkan saya,” lanjutnya.
Lindblad juga mengonfirmasi bahwa persoalan tersebut telah dibicarakan setelah balapan dan kini dianggap selesai. Racing Bulls tidak mengumumkan adanya hukuman internal, tetapi penjelasan ulang mengenai kewajiban mematuhi instruksi tim menjadi bagian penting dari evaluasi mereka.
“Mungkin saya akan lebih waspada, tetapi saya tidak akan mengubah pendekatan saya. Situasi seperti itu cukup jarang terjadi, jadi kemungkinan terulang juga kecil,” ujar Lawson.
Lawson berusaha menutup konflik tersebut sebelum putaran berikutnya, tetapi pengalamannya di Austria dapat memengaruhi tingkat kepercayaannya terhadap instruksi tim ketika kembali berada dekat dengan Lindblad. Racing Bulls kini harus memastikan komunikasi dan keputusan strategi diterapkan secara konsisten agar persaingan internal tidak mengurangi peluang meraih poin pada fase berikutnya musim Formula 1 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!