Kimi Antonelli tampil luar biasa dengan memenangi Grand Prix Italia di hadapan publik sendiri, start dari posisi ke-19 dan finis terdepan. Balapan yang sempat diwarnai kecelakaan besar di awal serta aksi saling salip yang ketat ini berakhir manis bagi pembalap Mercedes tersebut. Namun, tidak semua orang pulang dengan perasaan senang dari Monza.
Antonelli memang layak disebut sebagai pemenang utama. Meski ada catatan kecil—kemenangan ini diraih dari posisi ke-12 saat restart, bukan ke-19, dan dibantu oleh periode Virtual Safety Car yang memungkinkannya pit stop gratis—penampilannya tetap impresif. Ia tampil dominan, agresif, dan seperti sudah ditakdirkan menang begitu berhasil menembus barisan terdepan hanya dua lap setelah restart. Dengan performa seperti ini, sulit membayangkan ada yang bisa menghentikan laju gelarnya musim ini.
Di sisi lain, Ferrari justru menjadi pecundang terbesar. Tim asal Italia itu hanya mampu finis keenam lewat Lewis Hamilton, sementara Charles Leclerc gagal finis. Di kandang sendiri, Ferrari tampil jauh dari kata memuaskan. Insiden antara Leclerc dan Hamilton di chicane pertama menjadi tontonan yang mempermalukan publik, ditambah lagi nasib sial saat VSC tidak menguntungkan strategi Hamilton. Leclerc pasti kecewa berat, sementara Hamilton frustrasi dan bahkan secara terbuka mengkritik timnya yang dianggapnya “tidak punya aturan”. Tekanan pun semakin besar di pundak Fred Vasseur.

Max Verstappen layak disebut pemenang lain. Meski tidak pernah benar-benar jadi penantang kemenangan, ia menunjukkan kegigihan luar biasa, terutama saat bertarung dengan Oscar Piastri. Hasil finis ketiga ini jelas lebih baik dari prediksi banyak pihak, termasuk tim The Race sendiri. Verstappen kembali terlihat menikmati pertarungan di barisan depan, sesuatu yang sudah lama tidak terlihat musim ini.
George Russell justru menjadi pecundang meski finis kedua. Tanpa VSC di tengah balapan, ia seharusnya bisa mengamankan kemenangan, tetapi keberuntungan berpihak pada Antonelli dan Verstappen. Russell sempat memimpin, namun strategi yang kurang tepat membuatnya kehilangan peluang emas. Meski begitu, ia tetap tampil solid dan menunjukkan kecepatan yang menjanjikan.
Balapan di Monza ini kembali membuktikan bahwa Formula 1 selalu penuh kejutan. Kemenangan Antonelli menjadi sorotan utama, tetapi ada banyak cerita lain yang layak disimak. Ferrari perlu segera berbenah, sementara Mercedes dan Red Bull menunjukkan tanda-tanda positif. Musim ini masih panjang, dan persaingan dipastikan akan semakin sengit.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!