SPONSORED

Aksi Heroik Jorge Martin Amankan Podium Sprint Qatar Meski Cedera Parah

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0 Google Add us as preferred source
Aksi Heroik Jorge Martin Amankan Podium Sprint Qatar Meski Cedera Parah
TO NEWS OVERVIEW
Jorge Martin | foto© motogp.com

Akhir pekan balap di Sirkuit Lusail mendadak menjadi panggung pembuktian mentalitas baja bagi Jorge Martin. Hanya berselang dua pekan setelah mengalami insiden patah pergelangan tangan di Phillip Island, pembalap andalan Aprilia Racing ini sukses mencuri perhatian publik lewat raihan posisi ketiga yang luar biasa pada sesi Sprint Grand Prix Qatar.

Perjuangan pembalap Spanyol tersebut sama sekali tidak berjalan mulus sejak awal hari. Ketika bangun tidur di pagi hari, rasa sakit yang luar biasa pada pergelangan tangan kanannya langsung mendera, membuat sesi kualifikasi berjalan di luar harapan dan memaksanya harus puas memulai balapan dari posisi start kesebelas.

"Ketika saya bangun pagi tadi, saya merasa sangat khawatir. Pergelangan tangan saya jauh lebih buruk dan kualifikasi berjalan sepenuhnya salah. Saya benar-benar tidak punya tenaga lagi," ungkap Martin menggambarkan betapa peliknya situasi fisik yang dihadapinya saat itu.

Fernando Alonso Admits Frustration Despite Interlagos Qualifying Heroics
Read AlsoFernando Alonso Admits Frustration Despite Interlagos Qualifying Heroics

Beruntung, jeda waktu jelang sesi Sprint dimanfaatkan secara maksimal oleh krunya untuk melakukan pemulihan fisik kilat. Meski mengakui dirinya hanya mampu membalap di kisaran lima puluh persen dari kapasitas optimal, determinasi tinggi sang juara dunia membawanya keluar dari tekanan besar di lintasan.

ADVERTISEMENT

Titik balik balapan terjadi ketika insiden horor yang melibatkan Francesco Bagnaia dan Fermin Aldeguer memunculkan bendera merah. Penghentian sementara ini menjadi berkah tersendiri karena memberikannya ruang krusial untuk mengganti kompon ban belakang yang sempat bermasalah.

"Itu memberi saya kesempatan untuk mengganti ban belakang, karena kompon yang pertama benar-benar menjadi sebuah bencana," ujarnya. Keputusan berani beralih ke ban lunak terbukti menjadi kunci sukses, memberikan tambahan daya cengkeram rem yang sangat dibutuhkan untuk menutupi kelemahan fisiknya.

Selepas start ulang, laju impresif langsung diperagakan oleh Martin yang mampu menyodok ke grup depan, bahkan sempat memimpin jalannya balapan sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio di garis finis.

ADVERTISEMENT

"Ini sungguh luar biasa," pungkasnya menutup hari dengan senyum lebar. "Saya telah bekerja sangat keras di rumah. Kami menangani perawatan dengan sangat cerdas dan itu sangat membantu saya."

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU