MotoGP, Sportrik Media - Pembalap Spanyol Marc Marquez baru-baru ini membuka diri mengenai masa depan kariernya di MotoGP. Juara dunia tujuh kali kelas premier ini menyatakan bahwa tubuhnya kemungkinan akan memaksa pensiun lebih awal daripada keinginan mentalnya.
Marc Marquez, yang kini berusia 33 tahun, berhasil meraih gelar kedelapan pada musim 2025 bersama tim pabrikan Ducati Lenovo. Comeback luar biasa ini datang setelah cedera lengan serius pada 2020 yang nyaris mengakhiri kariernya. Namun, cedera bahu memaksanya absen di empat balapan terakhir 2025.
Selain itu, kontraknya dengan Ducati berakhir pada akhir 2026, menjelang perubahan regulasi besar di 2027. Meski banyak prediksi ia akan memperpanjang masa bakti, pernyataan terbarunya dalam wawancara dengan La Sexta menyoroti aspek fisik yang semakin menantang.

"Yang paling sulit bagi seorang atlet adalah mengetahui kapan dan bagaimana pensiun, serta berapa lama harus bertahan," ujar Marc Marquez.
"Saya sudah tahu bahwa saya akan pensiun lebih cepat karena tubuh saya akan menekan lebih keras daripada pikiran saya. Kita berada di olahraga di mana cedera, karena segala risiko yang saya ambil, telah sangat baik kepada saya hingga tahap akhir ini.
Saya harus memahami kondisi tubuh saya setiap tahun, karena secara mental saya seperti roket."
Pernyataan ini mencerminkan realitas keras MotoGP, di mana beban fisik ekstrem sering menjadi faktor penentu akhir karier. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa cedera berulang, termasuk operasi bahu baru-baru ini, telah memengaruhi performanya meski ia tetap dominan di 2025.
Di sisi lain, Marc Marquez juga menyentuh kehidupan pribadi. Ia berharap segera menjadi ayah, namun mengaku tidak ingin anaknya menekuni balap motor karena beban warisan namanya.
"Saya tidak menyukainya," tambahnya.
"Saya memikirkan mereka, dan tidak bisa tidak berkata, 'kasihan anak laki-laki atau perempuan itu'. Warisan saya akan menjadi beban besar.
Saya tidak tahu seberapa protektif saya, karena saya sangat suka melindungi.
Membawa nama belakang saya tidak akan membantu mereka sama sekali. Jelas mereka akan memiliki beberapa keuntungan, finansial misalnya.
Mereka tidak akan kekurangan apa pun, tapi jika tidak kekurangan apa pun, Anda tidak memiliki kelaparan yang sama."
Pandangan ini menunjukkan perubahan maturitas Marc Marquez pasca-kedewasaan karier. Meski demikian, prospek 2026 tetap cerah baginya sebagai favorit juara bertahan bersama Ducati, dengan rekan setim Francesco Bagnaia.
Secara keseluruhan, komentar ini memberikan wawasan mendalam tentang tantangan jangka panjang di MotoGP. Marc Marquez tetap fokus pada performa maksimal, sambil menyadari batas fisik manusia.
Kunjungi Sportrik.com untuk update terkini MotoGP lainnya.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!