SPONSORED

Eksklusif: Christian Horner Ungkap Alasan Dibalik Kepergiannya dari Red Bull F1

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Eksklusif: Christian Horner Ungkap Alasan Dibalik Kepergiannya dari Red Bull F1
TO NEWS OVERVIEW
Eksklusif: Christian Horner Ungkap Alasan Dibalik Kepergiannya dari Red Bull F1

Mantan Prinsipal Tim Red Bull, Christian Horner, akhirnya buka suara mengenai alasan sebenarnya di balik pemecatannya dari skuad Milton Keynes pada tahun lalu. Dalam sebuah wawancara eksklusif, ia mengisyaratkan bahwa kepergiannya dipicu oleh anggapan bahwa dirinya memiliki kendali yang terlalu besar di dalam struktur tim.

Selama memegang kendali, ia sukses membawa pabrikan minuman energi tersebut meraih masa kejayaan dalam dua era dominasi yang berbeda di ajang Formula 1. Era pertama dimulai melalui prestasi gemilang bersama Sebastian Vettel yang menyumbangkan empat gelar juara dunia pembalap dan konstruktor secara beruntun antara 2010 hingga 2013. Kesuksesan tersebut kembali terulang di era modern lewat dominasi Max Verstappen.

Namun, badai internal mulai menerpa setelah investigasi atas dugaan perilaku tidak pantas yang sempat menyeret namanya, meski ia akhirnya dinyatakan bersih dari segala tuduhan. Situasi tersebut justru memicu pertarungan kekuasaan yang pelik di internal tim sepanjang musim 2024. Gelombang kepergian figur penting seperti Adrian Newey dan Jonathan Wheatley, ditambah penurunan performa menjelang 2025, berujung pada pemecatannya pada Juli 2025.

Valentino Rossi Waspadai Ancaman Max Verstappen di Portimao 2026
Baca JugaValentino Rossi Waspadai Ancaman Max Verstappen di Portimao 2026

"Saya pikir perusahaan hanya ingin mengambil arah yang berbeda, atau mungkin dianggap bahwa saya memiliki terlalu banyak pengaruh atas tim," ujar Horner kepada media. Ia juga menambahkan bahwa dinamika internal kelompok usaha tersebut berubah drastis setelah kepergian pendiri Red Bull, Dietrich Mateschitz, yang selama ini menjadi pelindung utamanya sejak era pengambilalihan tim Jaguar.

ADVERTISEMENT

Mateschitz wafat pada Oktober 2022, sebuah peristiwa monumental yang menandai dimulainya pergeseran kekuasaan di bawah arahan CEO Oliver Mintzlaff. Kehilangan sosok sentral tersebut meninggalkan kekosongan besar dalam kepemimpinan, di mana para petinggi baru berupaya mengambil alih kendali operasional F1 yang sebelumnya berada di bawah yurisdiksi penuh Horner.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU