Eks penasihat Red Bull, Helmut Marko, kembali mencuri perhatian publik setelah resmi menuntaskan perjalanan panjangnya di ajang Formula 1 pada penghujung tahun 2025. Pria asal Austria ini sebelumnya mengaku telah mencopot seluruh layar televisi tambahan di kediamannya yang biasa ia gunakan untuk memantau data telemetri secara mendalam selama akhir pekan balap. Kini, sang manajer kawakan tersebut memilih menikmati jalannya balapan melalui tayangan televisi konvensional, namun ia justru mengambil langkah investasi finansial yang sangat tidak biasa pada sebuah perusahaan rintisan.
Dilansir dari laporan Speedcafe, Helmut Marko memutuskan untuk memberikan dukungan finansial penuh kepada sebuah start-up unik bernama Lebensstimmen, atau yang secara internasional dikenal dengan judul 'Words That Remains' atau 'Kata-Kata yang Tersisa'. Perusahaan rintisan ini tengah fokus mengembangkan sebuah terobosan teknologi mutakhir yang memungkinkan seseorang untuk merancang dan merekam pesan perpisahan personal agar bisa disiarkan secara otomatis setelah mereka meninggal dunia.
Inovasi yang tergolong tidak biasa ini pertama kali diperkenalkan secara resmi dalam sebuah sesi konferensi pers yang berlangsung di kota Wina, Austria. Dalam acara tersebut, Helmut Marko tampak hadir langsung mendampingi para pendiri perusahaan rintisan terkait serta pemuka agama setempat, yakni pastor katedral Austria Toni Faber. Platform berbasis avatar kecerdasan buatan ini dirancang sedemikian rupa sehingga pengguna dapat menyiapkan pesan khusus semasa hidup, menentukan siapa saja penerima yang berhak, serta mengatur situasi spesifik kapan pesan tersebut akan dikirimkan kepada orang terdekat.

Layanan berbasis kecerdasan buatan ini bahkan memberikan peluang bagi seseorang untuk menyampaikan salam perpisahan langsung kepada para pelayat yang hadir di acara pemakaman mereka sendiri, meskipun sang pemilik pesan telah tiada. Mengenai alasannya mendukung proyek kontroversial sekaligus inovatif ini, Helmut Marko memberikan penjelasan mendalam kepada publik mengenai potensi besar yang dimiliki oleh teknologi kecerdasan buatan generasi terbaru tersebut.
“Proyek ini menggunakan teknologi di ujung tombak perkembangan zaman, terutama kecerdasan buatan,” ungkap Helmut Marko. “Oleh karena itu, proyek ini menawarkan kesempatan yang benar-benar unik untuk menyampaikan wasiat terakhir, serta peluang bagi mendiang untuk berbicara secara personal kepada para hadirin di pemakaman mereka. Proyek ini didukung oleh tim ahli berkualitas tinggi, baik secara teknis maupun hukum. Pasar yang saya tuju berskala global. Dunia balap mobil tidak pernah berjalan kebetulan; ia berkembang berkat keberanian mengadopsi teknologi baru demi kebaikan manusia. Pendekatan inilah yang saya lihat pada Lebensstimmen.”



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!