Dominique Aegerter harus melewati musim 2026 yang penuh dengan tantangan berat bersama Kawasaki di ajang WorldSSP. Dari total 24 balapan yang terselenggara sepanjang tahun, pembalap asal Swiss tersebut tercatat gagal meraih poin di delapan balapan akibat kombinasi kendala teknis dan performa motor yang kurang kompetitif sejak seri pembuka.
Situasi ini berdampak langsung pada kondisi psikologis sang juara dunia dua kali di paddock. Dalam wawancaranya, ia mengakui bahwa perjuangan di barisan belakang membuatnya mempertanyakan banyak hal mendasar mengenai kapasitas diri dan persiapan fisiknya menghadapi ketatnya persaingan kejuaraan.
"Musim ini kami sering kesulitan hanya untuk finis di zona poin," ujar Aegerter mengulas kembali perjalanannya. "Awal musim kami sangat jauh tertinggal dengan paket motor yang ada, dan mentalitas saya sangat terganggu. Ketika Anda mulai meragukan diri sendiri, memikirkan untuk berhenti, serta mempertanyakan kondisi tim dan motor, segalanya menjadi sangat rumit."

Tekanan semakin besar tatkala rekan setimnya, Jeremy Alcoba, mampu tampil impresif menjelang akhir musim dengan menyegel medali perunggu kejuaraan. Meski demikian, Aegerter berhasil menunjukkan kapasitas sesungguhnya saat merebut podium kedua pada seri penutup di Spanyol.
Menatap musim 2027, jalan Aegerter dipastikan terpisah dari skuad Kawasaki yang memilih mendatangkan pembalap baru. Saat ini, sang veteran tengah mengevaluasi berbagai opsi kelanjutan kariernya di paddock WorldSSP.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!