Fabio Di Giannantonio mengaku kecelakaannya di sprint MotoGP Aragon terasa seperti berkendara di atas es. Pembalap VR46 Ducati itu terjatuh pada lap kedua di tikungan kedua dari belakang, hanya berselang satu lap setelah memulai balapan dari posisi ketujuh.
Kecelakaan tersebut membuat Fabio Di Giannantonio kehilangan peluang besar untuk memperpendek jarak dengan pemimpin klasemen, Jorge Martin. Kini ia tertinggal 46 poin, sebuah pukulan telak dalam perburuan gelar.
Di Giannantonio mengaku sudah merasakan masalah sejak awal sprint 11 lap. Ia menyebut grip ban belakang sangat buruk, meski enggan langsung menyalahkan Michelin. "Sejak awal, perasaan dengan bagian belakang motor sangat buruk. Saya termasuk orang yang jarang mengeluh soal bagian belakang, tapi kali ini seperti riding on ice," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat pengereman normal, motornya justru oleng dan sulit berhenti. Begitu ban mendapat grip sedikit, ia langsung keluar jalur dan kehilangan kendali di bagian depan. Saat ditanya apakah kondisi trek yang panas menjadi penyebab, ia membantah tegas.
Menurutnya, meski tidak mampu mengejar duo Marquez, target top lima sebenarnya realistis. "Kami tidak punya kecepatan seperti Marc dan Alex. Target kami mendekati mereka, mungkin top empat atau lima. Itu sudah bagus mengingat tahun lalu kami kesulitan di sini," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa ban soft bukan pilihan tepat untuk sprint, karena ia kehilangan performa sejak lap ketujuh. Ia tetap yakin dengan pilihan ban medium, meski hasil akhirnya mengecewakan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!