Advertisement Sportrik
15s

Di Giannantonio Soroti Setup Usai Podium Jerez

Notifikasi
Di Giannantonio Soroti Setup Usai Podium Jerez
© Michelin

MotoGP, Sportrik Media - Fabio di Giannantonio dari VR46 Racing Team menutup MotoGP Spanyol 2026 di Jerez dengan finis ketiga, sekaligus naik ke posisi tiga klasemen dunia, meski menyesalkan keputusan setup yang diambil sebelum balapan.

Pembalap Ducati tersebut menunjukkan konsistensi sepanjang akhir pekan dengan hasil kualifikasi dan balapan yang sama, memperpanjang tren positifnya sejak awal musim dan membuktikan daya saingnya di awal fase Eropa.

“Saya sangat senang dan bangga dengan apa yang kami lakukan di awal musim ini. Kami membuat langkah jelas dalam komunikasi dan metode kerja,” ujar di Giannantonio.

Peluang Martin Menang di Jerez Sirna karena Grip
Baca JugaPeluang Martin Menang di Jerez Sirna karena Grip

Ia juga menyinggung anggapan bahwa musim MotoGP sesungguhnya dimulai saat memasuki seri Eropa, yang menurutnya berhasil ia jawab dengan performa kompetitif di Jerez.

ADVERTISEMENT

“Ada semacam ‘legenda kecil’ bahwa saat tiba di Eropa, kejuaraan benar-benar dimulai. Dan kami tetap cepat di sini, meskipun ini bukan sirkuit terbaik saya,” tambahnya.

Dalam jalannya balapan, di Giannantonio sempat turun ke posisi kelima pada lap awal sebelum naik ke posisi keempat setelah Marc Marquez terjatuh. Ia kemudian menyalip Jorge Martin untuk mengamankan posisi podium hingga finis.

Meski puas dengan hasil akhir, pembalap Italia itu mengakui bahwa perubahan setup sebelum balapan menjadi satu-satunya penyesalan, terutama terkait masalah understeer yang masih mengganggu performanya.

ADVERTISEMENT

“Kami sedikit mengalami understeer dengan motor ini. Saat Sprint kami menemukan sesuatu yang lebih baik, tetapi pagi hari saat warm-up saya kembali ke setup dasar karena terasa lebih nyaman. Namun saat balapan justru terasa lebih buruk,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya analisis lebih lanjut untuk mengatasi masalah tersebut, terutama di sirkuit seperti Jerez yang sangat menuntut presisi pada bagian depan motor.

“Kami harus memahami bagaimana menghilangkan understeer ini. Di Jerez, semuanya sangat bergantung pada presisi karena lintasannya sempit dan teknis,” katanya.

ADVERTISEMENT

Dengan hasil ini, di Giannantonio kini terpaut sekitar 30 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi, dan akan memanfaatkan tes pasca-balapan di Jerez untuk meningkatkan performa sebelum menghadapi seri berikutnya di Le Mans.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU