Nyck de Vries tampil gemilang di kualifikasi Formula E London E-Prix II, Jumat malam WIB. Pebalap Mahindra itu merebut posisi terdepan untuk balapan pamungkas musim 2026, sekaligus menjadi penentu arah perebutan gelar juara dunia.
De Vries mengalahkan rekan setimnya, Edoardo Mortara, di duel final. Ini adalah pole position pertamanya musim ini dan memberikan modal berharga bagi Mahindra untuk mengakhiri musim dengan kemenangan.
Sementara itu, Pascal Wehrlein kembali menunjukkan konsistensinya. Pebalap Porsche yang memimpin klasemen itu akan start dari posisi ketiga, memperkuat peluangnya merebut gelar juara dunia keduanya.

Di sisi lain, mimpi Mitch Evans untuk menjadi juara dunia untuk pertama kalinya mendapat pukulan telak. Pebalap Jaguar yang tertinggal 21 poin dari Wehrlein itu hanya mampu menempati posisi keenam, membuat tugasnya di balapan nanti semakin berat.
Namun, cerita paling dramatis datang dari Jake Dennis. Pebalap Andretti yang berada di posisi kedua klasemen dan hanya terpaut lima poin dari Wehrlein harus puas start dari barisan kedelapan. Kegagalan di kualifikasi ini menjadi pukulan berat bagi peluangnya meraih gelar.
Dengan grid yang sudah terkunci, balapan pamungkas di sirkuit ExCeL London menjanjikan persaingan sengit. Akankah Wehrlein mengunci gelar, atau akankah ada kejutan dari barisan belakang?



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!