SPONSORED

Daniel Ricciardo Ungkap Perjuangan Mental Selepas Didepak dari F1

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Daniel Ricciardo Ungkap Perjuangan Mental Selepas Didepak dari F1
TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Daniel Ricciardo akhirnya blak-blakan mengenai proses mental yang ia hadapi setelah kepergiannya dari grid Formula 1 menyusul Grand Prix Singapura 2024. Keputusan Racing Bulls untuk menunjuk Liam Lawson menggantikannya di sisa musim tersebut menandai berakhirnya kiprah panjang pembalap asal Australia itu di ajang jet darat.

Selama 13 tahun berkarier di ajang Formula 1, pembalap berjuluk Honey Badger ini telah mengoleksi delapan kemenangan Grand Prix yang mengukuhkan namanya sebagai salah satu pembalap papan atas di era modern. Namun, perpisahan yang terjadi secara mendadak membuatnya sempat menarik diri dari sorotan publik dan pulang ke Australia demi mengurus berbagai urusan pribadi yang selama ini terbengkalai akibat padatnya kalender balap.

Di balik senyuman khas yang kerap ia tunjukkan di depan kamera, mantan pembalap Red Bull itu mengakui bahwa ia sempat mengalami kesulitan besar dalam menerima kenyataan pahit tersebut. Fase awal setelah balapan di Marina Bay dilewatinya dengan upaya keras untuk tetap tegar di hadapan publik demi menutupi rasa sakit yang sesungguhnya.

Dilema Kursi F1 2026: Performa Gemilang Liam Lawson Paksa Red Bull Ambil Keputusan Sulit
Baca JugaDilema Kursi F1 2026: Performa Gemilang Liam Lawson Paksa Red Bull Ambil Keputusan Sulit

Fase pertama tepat setelah Singapura, itu masih mencoba untuk tetap berdiri tegak dan kuat, ungkap Ricciardo dalam siniar Beyond the Grid. Ini seperti mekanisme pertahanan, atau mencoba memproyeksikan ke luar bahwa saya baik-baik saja, semuanya aman, padahal pada akhirnya sedang menyembunyikan perasaan dipermalukan. Itu adalah fase pertama di mana saya mengira semuanya baik-baik saja. Namun jelas, saya sangat, sangat terluka di dalam.

ADVERTISEMENT

Refleksi mendalam turut ia sampaikan terkait perjalanan kariernya, terutama setelah masa-masa sulit bersama McLaren sebelum kembali ke tim junior Red Bull. Ia bahkan mengenang momen frustrasi di Monaco pada musim 2022 ketika dirinya sempat mempertanyakan masa depannya di dunia balap, sebelum akhirnya tekanan dari lingkungan sekitar membuatnya bertahan lebih lama dari yang ia inginkan.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU