Meskipun sudah tidak lagi berada di paddock Formula 1, Christian Horner tetap memantau perkembangan pesat yang ditunjukkan oleh Red Bull Racing. Kebangkitan performa tim asal Milton Keynes tersebut tidak lepas dari fondasi teknis serta pengembangan unit daya buatan sendiri yang dirintis jauh-jauh hari sebelum kepergiannya dari kursi kepemimpinan pada pertengahan musim lalu.
Proyek pembuatan mesin mandiri yang bekerja sama dengan Ford sempat dipandang sebelah mata oleh banyak pihak ketika pertama kali dicanangkan pada tahun 2021. Namun, keteguhan visi dari sang mantan prinsipal tim berhasil mengubah keraguan tersebut menjadi sebuah mahakarya teknik yang kini mampu bersaing dan sejajar dengan pabrikan mapan seperti Ferrari di atas lintasan balap modern.
Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama The Guardian, pria asal Inggris itu mengenang masa-masa awal ketika dirinya pertama kali mengambil alih kepemimpinan di Milton Keynes dengan jumlah personel yang sangat terbatas, sebelum akhirnya berkembang pesat menjadi salah satu kekuatan paling dominan di ajang balap jet darat dunia sepanjang era modern.

"Ketika saya tiba di Red Bull, ada kurang dari 400 orang. Ketika saya pergi, jumlahnya mencapai 2.200. Saya mengerahkan hati dan jiwa saya ke perusahaan itu dan meyakinkan orang-orang untuk meninggalkan tim lain agar mau bergabung ke Red Bull," ungkap Horner sebagaimana dilansir dari FormulaPassion.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan rasa dukanya karena tidak dapat mendampingi langsung proyek mesin tersebut hingga turun ke aspal sirkuit secara penuh. Kendati demikian, pencapaian luar biasa yang diraih oleh Max Verstappen dan kolega tetap memberikan kebanggaan tersendiri serta konfirmasi bahwa strategi radikal yang diambil perusahaan minuman energi tersebut berbuah manis.
"Nessuno potra portarmi via le 124 vittorie e i 14 campionati, ma mi sono sentito particolarmente ferito e privato dell’opportunita di vedere vincere il motore realizzato nel Powertrains," tegasnya seraya mengenang torehan historis 124 kemenangan dan 14 gelar juara dunia yang telah dipersembahkannya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!