SPONSORED

Analisis Strategi Blunder Hamilton di F1 GP Singapura 2026

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Analisis Strategi Blunder Hamilton di F1 GP Singapura 2026
TO NEWS OVERVIEW
Analisis Strategi Blunder Hamilton di F1 GP Singapura 2026

Prinsipal tim Ferrari, yaitu Fred Vasseur, memberikan penjelasan mendalam kepada awak media mengenai perjudian strategi Lewis Hamilton yang berujung pada hilangnya posisi podium pada balapan Formula 1 Grand Prix Singapura di sirkuit Marina Bay. Berawal dari posisi ketiga yang menjanjikan, keputusan sang juara dunia tujuh kali untuk tetap bertahan di lintasan saat Virtual Safety Car (VSC) demi menjalani stint masif sejauh 44 putaran menggunakan ban kompon soft justru menjadi bumerang telak.

Sepanjang 22 lap terakhir setelah netralisasi balapan berakhir, mobil yang dikendarai oleh pembalap asal Inggris tersebut mencatatkan selisih waktu yang sangat jauh tertinggal, kehilangan rata-rata 2,5 detik per lap dibandingkan rekan setimnya, Charles Leclerc. Penurunan performa drastis ini membuatnya harus rela finis di posisi keenam di belakang pembalap debutan Andrea Kimi Antonelli serta duo McLaren yakni Lando Norris dan Oscar Piastri.

Ketika dicecar oleh para jurnalis mengenai proses pengambilan keputusan tingkat tinggi yang berujung pada bencana strategi tersebut, Vasseur sempat mencoba mengalihkan perhatian sebelum akhirnya membeberkan detail komunikasi radio di dalam garasi. Situasi semakin pelik karena Hamilton harus langsung menuju pusat medis selepas balapan akibat kondisi fisik yang kurang sehat, sehingga tidak dapat menghadiri sesi jumpa pers pascabalapan secara langsung.

Kesalahan Fatal Hamilton di Singapura 2026 Bikin Ferrari Rugi Besar
Baca JugaKesalahan Fatal Hamilton di Singapura 2026 Bikin Ferrari Rugi Besar

Melalui keterangan resmi yang dirilis oleh tim, Hamilton secara kesatria mengakui bahwa kesalahan tersebut murni berasal dari keputusan individunya sendiri di dalam kokpit. Pembalap bernomor mobil ikonik tersebut menyebut akhir pekan di Marina Bay sebagai sebuah pelajaran yang sangat menyakitkan, terutama setelah mencoba mengambil risiko berbeda dengan start menggunakan ban medium demi mengincar skema satu kali pit stop yang ternyata tidak berjalan sesuai rencana.

ADVERTISEMENT

Vasseur sendiri menegaskan bahwa instruksi awal dari pit wall sebenarnya sangat jelas untuk segera masuk ke dalam jalur pit saat VSC diberlakukan. Meskipun mengakui bahwa keputusan pembalapnya adalah sebuah kesalahan besar, bos asal Prancis itu juga tetap mencoba memahami dilema seorang pembalap yang terkadang memiliki intuisi berbeda saat merasakan langsung kondisi grip ban di atas aspal lintasan.

Fred Vasseur di garasi Ferrari F1

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU