Pekan balap di Autodromo Jose Carlos Pace Interlagos menghadirkan dinamika emosional yang luar biasa bagi Charles Leclerc. Di tengah status barunya sebagai seorang ayah setelah kelahiran sang buah hati, pembalap asal Monako tersebut langsung dihadapkan pada realitas ketat lintasan Formula 1. Setibanya di Brasil pada hari Kamis, ia tidak hanya harus beradaptasi dengan atmosfer sirkuit, tetapi juga menyelesaikan tensi internal yang sempat mencuat pasca seri sebelumnya.
Isu mengenai insiden lap pembuka di Meksiko langsung menjadi agenda penting setibanya di paddock Interlagos. Bersama rekan setimnya Lewis Hamilton, pembalap andalan Scuderia Ferrari ini menghadiri pertemuan tertutup di hotel bersama prinsipal tim Frederic Vasseur pada Kamis malam. Pertemuan tersebut digelar untuk meluruskan suasana dan meredam ketegangan di garasi tim Kuda Jingkrak.
Ketika disinggung mengenai pertemuan krusial tersebut oleh media, sang pembuat pole menegaskan bahwa segala permasalahan telah tuntas sepenuhnya. "Tentu saja ada banyak hal terjadi pekan ini, mungkin bahkan terlalu banyak. Kami telah berbicara dan saya rasa semuanya sudah beres sekarang, jadi saya menatap ke depan untuk sisa akhir pekan ini," ujar sang pembalap bernomor mobil 16 tersebut kepada Sky Sports.

Kendati atmosfer internal tim diklaim sudah kondusif, situasi di atas lintasan justru menghadirkan tantangan teknis yang pelik bagi tim asal Maranello. Setelah merelakan sesi latihan bebas pertama kepada pembalap muda Dino Beganovic, peraih kemenangan grand prix ini kesulitan menemukan kecepatan ideal pada sesi latihan berikutnya dan hanya mampu mengamankan posisi ketujuh.
Kondisi mobil Ferrari SF-26 dirasa jauh dari harapan di atas aspal Interlagos, tertinggal hingga tujuh detik dari catatan waktu pemuncak sesi Andrea Kimi Antonelli. Keluhan demi keluhan sempat dilontarkan melalui radi tim sepanjang sesi sore yang berjalan berat.
Sesi latihan tersebut diakui sebagai salah satu pengalaman mengemudi paling tidak nyaman sepanjang musim berjalan. Perbaikan besar pada set-up kendaraan mutlak harus dilakukan demi mendongkrak performa sasis maupun kecepatan di lintasan lurus.
"Sesi latihan kedua sangat rumit, saya merasakan sensasi berkendara terburuk di dalam mobil sejak awal tahun ini," ungkap pembalap berpaspor Monako tersebut kepada para jurnalis. "Ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan saya punya beberapa gagasan. Kami akan merombak set-up mobil secara signifikan dan melihat bagaimana hasilnya. Semoga kami bisa mengambil langkah maju yang berarti karena kami kehilangan kecepatan di lurusan serta tikungan."




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!