Charles Leclerc menarik kembali kemarahannya terhadap tim Ferrari pasca-balapan Grand Prix Hungaria yang mengecewakan. Setelah memulai dari pole position, Leclerc mengalami masalah sasis yang membuatnya finis di posisi keempat. Berdasarkan analisis mendalam, Leclerc mengakui kesalahannya atas kritik di radio tim dan menjelaskan penyebab performa buruknya.
Leclerc memulai balapan di Hungaroring dengan baik, memimpin setelah fase pit stop pertama. Namun, performanya menurun drastis setelah lap ke-40 karena masalah sasis pada mobil SF-25. “Saya mulai merasakan masalah pada lap 40, dan semakin memburuk setiap lap,” ungkap Leclerc. Akibatnya, ia kehilangan kecepatan hingga dua detik per lap, membuat mobil sulit dikendalikan.

Frustrasi Leclerc memuncak saat ia meluncurkan kritik tajam melalui radio tim, menyalahkan strategi pit wall Ferrari. Ia juga mendapat penalti lima detik karena mengemudi tidak konsisten saat bertahan dari George Russell, yang disebut Martin Brundle sebagai tindakan “hampir tidak masuk akal”. Meski demikian, Leclerc tetap finis keempat, meskipun hasil ini jauh dari harapan setelah start dari pole.
Setelah balapan, Leclerc menarik kembali kata-katanya. “Saya perlu meminta maaf atas apa yang saya katakan di radio,” ujarnya kepada media. “Saya pikir masalahnya berasal dari satu hal, tapi ternyata itu adalah masalah sasis, bukan sesuatu yang bisa kami ubah.” Ia menegaskan bahwa masalah ini adalah kejadian langka yang tidak seharusnya terulang, namun tetap kecewa karena kehilangan peluang menang.
Kegagalan Leclerc di GP Hungaria menjadi pukulan berat, terutama karena peluang kemenangan musim ini hilang akibat masalah teknis. Dengan penjelasan dan permintaan maafnya, Leclerc menunjukkan kematangan menghadapi situasi sulit. Untuk analisis lebih lanjut tentang balapan dan profil pembalap, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
George Russell
Mercedes
|
51 |
|
2
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
47 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
34 |
|
4
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
33 |
|
5
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
15 |
|
7
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
9 |
|
8
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
8 |
|
9
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
8 |
|
10
|
|
Arvid Lindblad
Racing Bulls
|
4 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Ancaman hujan di GP Jepang 2026 berkurang, menghindarkan pembalap F1 dari debut mobil baru 2026 di kondisi basah di Suzuka.
Toto Wolff ungkap Mercedes nyaris alami bencana di awal dominan F1 2026 meski raih hasil sempurna bersama Russell dan Antonelli.
Kimi Antonelli diragukan mampu lawan George Russell dalam perebutan gelar F1 2026 bersama Mercedes menurut analisis James Hinchcliffe.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!