Sesi kualifikasi Autodromo Hermanos Rodriguez menyisakan rasa penyesalan mendalam bagi Charles Leclerc. Pembalap andalan Scuderia Ferrari tersebut gagal mengamankan posisi start terdepan setelah kalah tajam dari rekan setimnya, Lewis Hamilton, yang tampil luar biasa mengunci pole position. Padahal, dominasi awal sempat ditunjukkan oleh pembalap asal Monako ini sejak sesi latihan bebas hari pertama.
Kekecewaan tak bisa disembunyikan oleh sang raja kualifikasi setelah hanya mampu menduduki peringkat ketiga di belakang George Russell. Berbicara kepada awak media termasuk Motorsport Week, ia secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap performanya sendiri di fase krusial Q3. Persiapan ban yang rumit serta inkonsistensi lap keluar garasi diakui menjadi batu sandungan utama yang merusak ritme terbaiknya di atas lintasan Meksiko.
"Ya, persiapan ban sangat krusial di sini. Saya sempat kesulitan mendapatkan kondisi yang sama untuk lap keluar saya sepanjang kualifikasi. Namun pada akhirnya, ketika saya mendapatkan lap keluar yang bersih di Q3 run kedua, saya justru tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Jadi saya hanya bisa marah pada diri sendiri," ungkap Leclerc dengan nada kecewa mendalam.

Meski dihantui rasa frustrasi akibat hasil kualifikasi, sang bintang Ferrari tetap memancarkan optimisme tinggi menatap jalannya balapan utama. Berkaca dari penampilan impresifnya di Austin pekan sebelumnya, di mana ia mampu melesat cepat dari posisi keempat, potensi kecepatan mobil SF-26 di atas kertas masih sangat kompetitif untuk perebutan podium teratas.
"Saya pikir kecepatan balap kami sangat baik. Mobil terasa nyaman sejak FP1, jadi saya yakin kami punya pace yang kuat, tetapi saya ragu akan ada banyak aksi salip-menyalip besok. Saya sudah mencobanya lebih banyak di FP2, dan itu sangat sulit karena mode menyusul tidak memberikan banyak dampak," tambahnya menjelaskan tantangan aerodinamika di sirkuit dataran tinggi tersebut.
Fokus utama peraih podium ini kini sepenuhnya tertuju pada fase start krusial di tikungan pembuka Autodromo Hermanos Rodriguez. Menurutnya, urutan posisi setelah melewati Tikungan 3 hampir dipastikan akan menjadi posisi permanen mengingat sulitnya mencari celah menyalip di trek ini. Oleh karena itu, strategi menjaga kepala tetap dingin dan menghindari insiden liar di tikungan pertama akan menjadi kunci keselamatan sekaligus peluang emas untuk merangsek ke depan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!