SPONSORED

Charles Leclerc Akui Tekanan GP Inggris 2026

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Charles Leclerc Akui Tekanan GP Inggris 2026 TO NEWS OVERVIEW
Charles Leclerc Akui Tekanan GP Inggris 2026

Charles Leclerc mengakui sempat melewati periode yang sulit secara mental sebelum meraih kemenangan penting di British Grand Prix 2026, dalam balapan yang berakhir di belakang safety car setelah crash Max Verstappen.

Pembalap Ferrari itu memimpin sejak lap pembuka dan terlihat mengendalikan fase awal balapan. Namun, ancaman terbesar datang dari Kimi Antonelli, yang memakai ban lebih segar setelah melakukan pit stop lebih lambat.

"Dengan Kimi, itu akan sangat ketat," kata Leclerc.

Kimi Antonelli Tertekan Usai GP Inggris 2026
Baca JugaKimi Antonelli Tertekan Usai GP Inggris 2026

"Dia sangat cepat ketika mengejar saya. Akan sangat sulit untuk mempertahankan posisi pertama itu," ujar Leclerc.

ADVERTISEMENT

Leclerc mengakui peluangnya mempertahankan kemenangan sempat terlihat tipis sebelum laju Antonelli terhenti oleh masalah pada mobil Mercedes. Situasi itu mengubah tekanan balapan secara drastis, sebelum safety car kembali menghadirkan risiko pada fase akhir.

"Lalu saya mendengar dia mengalami masalah, jadi saya berpikir, 'Oke, sekarang saya punya jarak besar dan seharusnya ini berjalan langsung'," kata Leclerc.

"Kemudian dengan Safety Car, beberapa backmarker harus melewati kami, jadi sepanjang periode Safety Car saya berjalan di 100 kpj, sehingga ban saya sangat dingin," ujar Leclerc.

ADVERTISEMENT

Race control sempat membuka kemungkinan restart, tetapi keputusan itu akhirnya dibatalkan. Leclerc mengakui hasil tersebut tidak ideal untuk penonton di sirkuit, tetapi dari sudut pandangnya sebagai pemimpin balapan, finis tanpa restart menjadi keuntungan besar.

"Tidak bagus untuk fans di sekitar trek, tetapi di dalam helm saya senang tidak ada restart untuk mempertahankan kemenangan itu," kata Leclerc.

Sebelum kemenangan Silverstone, Leclerc melewati fase sulit setelah Monaco, termasuk kesalahan di kualifikasi dan masalah dalam balapan. Ia juga menyebut Barcelona sebagai akhir pekan dengan feeling lebih baik, tetapi kembali terganggu oleh crash, sementara Austria belum memberi hasil yang sepenuhnya kuat.

ADVERTISEMENT

"Setelah Monaco, feeling itu tidak ada. Saya crash di Q3, lalu dalam balapan kami mengalami masalah dan itu mengakhiri balapan kami," ujar Leclerc.

"Di Barcelona, feeling-nya bagus tetapi saya crash lagi. Itu sangat sulit secara mental," kata Leclerc.

"Austria tidak terlalu bagus, tetapi di sini kami berhasil menyatukan semuanya dan saya berharap bisa menjaga momentum itu ke depan," ujar Leclerc.

ADVERTISEMENT

Kemenangan GP Inggris menjadi respons penting Leclerc terhadap periode sulit tersebut. Dengan Ferrari kembali meraih kemenangan dan tekanan klasemen semakin terbuka, fokus berikutnya adalah apakah Leclerc mampu mengubah hasil Silverstone menjadi momentum stabil pada fase lanjutan musim.

Klasemen FORMULA-1 DRIVERS CHAMPIONSHIP
POS FOTO RIDER / TEAM PTS
1
Kimi Antonelli
Kimi Antonelli Mercedes
179
2
George Russell
George Russell Mercedes
154
3
Lewis Hamilton
Lewis Hamilton Ferrari
147
4
Charles Leclerc
Charles Leclerc Ferrari
108
5
Lando Norris
Lando Norris McLaren
97
6
Oscar Piastri
Oscar Piastri McLaren
82
7
Max Verstappen
Max Verstappen Red Bull
76
8
Isack Hadjar
Isack Hadjar Red Bull
52
9
Pierre Gasly
Pierre Gasly Alpine F1 Team
42
10
Liam Lawson
Liam Lawson Racing Bulls
39
Klasemen FORMULA-1 CONSTRUCTORS CHAMPIONSHIP
POS FOTO CONSTRUCTOR PTS
1
Mercedes
Mercedes
333
2
Ferrari
Ferrari
255
3
McLaren
McLaren
179
4
Red Bull
Red Bull
128
5
Alpine F1 Team
Alpine F1 Team
60
6
Racing Bulls
Racing Bulls
59
7
Haas F1 Team
Haas F1 Team
21
8
Williams
Williams
11
9
Audi
Audi
6
10
Aston Martin
Aston Martin
1

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU