Andrew Wheatley, sporting director Hyundai, dengan tegas membela keputusan tim menurunkan Esapekka Lappi di Rally Chile. Pembalap Finlandia itu tampil mengecewakan pada Jumat, tertinggal jauh dari rival-rivalnya.
Hyundai memang menerapkan rotasi untuk kursi ketiga. Nama Lappi, Hayden Paddon, dan Dani Sordo silih berganti menempati mobil ketiga. Untuk Chile, Lappi dipilih, meski Paddon baru saja finis runner-up di Paraguay dua pekan sebelumnya. Keputusan ini sontak menuai pertanyaan.
Setelah enam stage Jumat, Lappi menjadi yang terakhir di antara pembalap Rally1 yang belum tersingkir. Ia tertinggal 2 menit 6 detik dari pemimpin reli, Oliver Solberg (Toyota). Sementara rekan setimnya, Adrien Fourmaux, memimpin barisan Hyundai dengan keunggulan 1 menit 46 detik atas Lappi, dan Thierry Neuville terpaut 9,4 detik dari Fourmaux.

Ketika ditanya apakah ini keputusan yang salah, Wheatley menjawab, "Saya tidak tahu apakah ini salah. Dia menjalani akhir pekan yang sulit, tidak diragukan. Itu bukan yang dia inginkan dan bukan posisi yang dia harapkan."
Wheatley menjelaskan bahwa kondisi basah dan licin tidak cocok dengan karakter mobil Hyundai. "Kami merasa dengan EP, dia punya peluang bagus dalam kondisi normal. Dalam kondisi kering, dia akan punya peluang normal untuk berada di posisi bagus pagi ini. Setup-nya untuk pagi ini tidak cocok dengan hujan, dan sejak itu semuanya menjadi rumit," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa posisi start Lappi yang paling belakang di antara mobil Hyundai membuat kondisi jalan semakin buruk.
Menanggapi performa impresif Paddon di Paraguay, Wheatley menegaskan bahwa entri sudah ditutup jauh sebelum reli tersebut. "Saya mengerti situasinya, tapi kondisi akhir pekan ini sangat berbeda. Thierry berada di posisi keenam, dan Thierry punya kecepatan untuk menang di Paraguay. Jadi ini tidak 100% salah pembalap," tegasnya. Wheatley juga menyoroti bahwa Lappi memiliki pengalaman di Chile, telah dua kali tampil untuk Hyundai, dan menunjukkan peningkatan kecepatan di Finlandia setelah sebelumnya kesulitan.
Meski demikian, masa depan Lappi di Hyundai bisa berakhir dengan kekecewaan. "Dari sudut pandangnya, ini mungkin reli terakhirnya di mobil Rally1," kata Wheatley. Namun ia berharap akhir pekan ini tidak menjadi penutup yang buruk bagi karier Lappi bersama tim. "Kami tidak ingin melihatnya berakhir seperti itu," pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!