MotoGP, Sportrik Media - Raul Fernandez mengungkapkan bahwa cedera bahu yang dialaminya pada akhir musim lalu masih memengaruhi kondisinya, meski berhasil meraih podium pada MotoGP Thailand 2026 bersama Trackhouse Racing.
Pebalap Spanyol itu mengalami dislokasi parsial bahu dalam kecelakaan cepat pada Grand Prix Portugal 2025 dan terpaksa mundur dari balapan tersebut. Ia kembali sepekan kemudian di Valencia dan hampir meraih kemenangan, namun tanda-tanda ketidaknyamanan masih terlihat, termasuk pada sesi pemanasan di Buriram akhir pekan lalu.
Fernandez mengakui bahwa ia kembali merasakan gangguan pada bahunya saat sesi warm-up di Thailand, memaksanya segera berkonsultasi dengan tim medis sebelum balapan utama.

“Sejak Portugal tahun lalu, saya masih memiliki beberapa masalah di bahu. Saya tidak merasa 100 persen dengan bahu kiri saya,” ujar Fernandez.
“Pagi ini saya merasakan gerakan aneh di tikungan dan merasakan sesuatu yang tidak biasa di bahu. Setelah warm-up selesai, saya langsung pergi ke dokter untuk memastikan semuanya terkendali.”
Setelah mendapatkan penanganan berupa taping pada bahu kirinya, Fernandez mengaku merasa jauh lebih baik saat balapan berlangsung dan tidak mengalami gangguan signifikan selama 26 lap lomba.
Secara performa, akhir pekan di Buriram menjadi salah satu yang terkuat bagi Fernandez bersama paket satelit Aprilia Racing. Ia mengamankan posisi start ketiga dan finis ketiga di sprint maupun grand prix utama. Pada fase awal balapan, Fernandez bahkan berada dalam jalur untuk finis kedua di belakang rekan setim pabrikan, Marco Bezzecchi.
Namun, degradasi ban belakang yang tinggi pada enam lap terakhir menghambat upayanya mempertahankan posisi tersebut. Penurunan performa ban membuatnya harus mengelola ritme dan mengamankan podium ketiga.
“Kami mengelola balapan dengan sangat baik dan saya merasa nyaman dengan motor. Namun saya masih belum memiliki semuanya sepenuhnya di bawah kendali,” jelasnya.
“Kami mencoba, tetapi ban belakang hampir habis di akhir. Sejujurnya, target kami sebenarnya finis lima besar, bukan podium.”
Fernandez menegaskan bahwa ekspektasi realistis untuk musim ini adalah konsisten di delapan besar, dengan peluang podium sebagai bonus jika kondisi memungkinkan. Pendekatan tersebut mencerminkan strategi jangka panjang Trackhouse Aprilia dalam membangun stabilitas performa sebelum secara rutin bersaing di barisan depan.
Dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih dan musim yang masih panjang, konsistensi serta manajemen kebugaran akan menjadi faktor kunci bagi Fernandez. Seri berikutnya akan menjadi ujian apakah performa kompetitif di Buriram dapat dipertahankan sembari memastikan cedera bahu lamanya tidak kembali mengganggu ambisi podium di awal musim 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!