Advertisement Sportrik
15s

Carlos Sainz Kritik Regulasi F1 2026 Usai Balapan Australia

Carlos Sainz Kritik Regulasi F1 2026 Usai Balapan Australia
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Carlos Sainz menilai sistem aerodinamika aktif dalam regulasi baru Formula 1 hanya menjadi “plester” untuk menutupi masalah yang lebih besar pada formula unit tenaga. Pembalap Williams tersebut mengungkap kekhawatirannya setelah pengalaman balapan yang menurutnya berisiko pada Grand Prix Australia 2026 di Albert Park.

Balapan pembuka musim tersebut memicu kritik dari sejumlah pembalap mengenai karakter mobil generasi baru. Selain Sainz, pembalap seperti Franco Colapinto, Pierre Gasly, dan Lando Norris juga menyampaikan kekhawatiran serupa mengenai keselamatan dan pengendalian mobil dalam kondisi tertentu.

Sainz secara khusus menyoroti penggunaan sistem Straight Mode (SM), terutama pada zona aktivasi yang banyak dibahas di lintasan Albert Park. Menurutnya, kombinasi slipstream dan SM membuat mobil jauh lebih sulit dikendalikan, pandangan yang juga disampaikan direktur Grand Prix Drivers’ Association sekaligus pembalap Mercedes, George Russell.

Max Verstappen dan Norris Kritik F1 2026, Krisis atau Adaptasi?
Baca JugaMax Verstappen dan Norris Kritik F1 2026, Krisis atau Adaptasi?

“Kekhawatiran terbesar saya tentang balapan adalah lap pertama,” kata Sainz kepada RacingNews365.

ADVERTISEMENT

“Rasanya sangat berisiko ketika semua orang menggunakan SM di lintasan lurus belakang. Mobil terasa sangat sulit dikendalikan dalam slipstream dan dengan SM aktif.”

Ia menjelaskan bahwa situasi tersebut menjadi lebih rumit ketika mobil berada dalam duel langsung dengan pembalap lain, terutama pada bagian sirkuit yang tidak sepenuhnya lurus. Pada sektor antara Tikungan 7 hingga Tikungan 8 di Albert Park, menurut Sainz, penggunaan SM oleh dua mobil sekaligus dapat menciptakan kondisi yang tidak stabil.

“Saya pikir SM hanyalah plester di atas masalah mesin yang kami miliki dengan sistem deployment,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

“Lap pertama dan situasi menyalip saat ini tidak terasa sangat aman ketika SM terbuka.”

Masalah tersebut sempat dibahas oleh para pembalap dalam pertemuan dengan FIA pada Jumat malam di Melbourne. Badan pengatur motorsport itu sempat mempertimbangkan untuk menghapus zona aktivasi di bagian lintasan antara Tikungan 8 dan 9, namun keputusan tersebut kemudian dibatalkan setelah tim menyampaikan keberatan karena perubahan tersebut akan berdampak pada strategi tim menjelang sesi latihan berikutnya.

Bagi Sainz, inti masalah tetap berada pada konsep regulasi unit tenaga itu sendiri. Ia menilai penggunaan aerodinamika aktif dan SM hanya menjadi solusi sementara untuk menutupi keterbatasan sistem deployment energi pada mobil generasi baru.

ADVERTISEMENT

“Kita seharusnya tidak perlu menggunakan aero aktif untuk balapan,” kata Sainz.

“Masalahnya bukan pada SM. Kita memang membutuhkannya. Tanpa itu, kita bahkan tidak bisa balapan dengan sistem deployment yang ada sekarang. Tapi SM hanyalah plester untuk formula mesin yang menurut saya saat ini belum bekerja dengan baik.”

Perdebatan mengenai dampak regulasi baru terhadap kualitas balapan diperkirakan akan terus berlanjut setelah seri pembuka musim di Melbourne. Dengan kalender Formula 1 2026 yang masih panjang, diskusi antara pembalap, tim, dan FIA kemungkinan akan menjadi faktor penting dalam pengembangan teknis dan keselamatan sepanjang musim.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU