Brown: Team Orders McLaren Abu Dhabi 2025 Gila Tanpa Pengorbanan?

Brown: Team Orders McLaren Abu Dhabi 2025 Gila Tanpa Pengorbanan?
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - CEO McLaren Zak Brown mengonfirmasi timnya siap menerapkan team orders di Grand Prix Abu Dhabi 2025 jika hanya satu pembalapnya yang realistis memperebutkan gelar juara pembalap, menandai perubahan dari pendekatan 'papaya rules' sepanjang musim. Pernyataan ini muncul menjelang akhir pekan penentu, di mana Lando Norris memimpin klasemen dengan 12 poin atas Max Verstappen, sementara rekan setimnya Oscar Piastri tertinggal empat poin dari Verstappen. Selain itu, analisis mendalam mengungkap implikasi taktis ini terhadap dinamika internal tim, terutama setelah dominasi konstruktor yang diraih di Singapura.

 

Brown menekankan realisme dalam strategi, menyatakan bahwa McLaren tak akan ragu meminta pengorbanan jika situasi balapan menunjukkan satu pembalap tak lagi kompetitif. "Ya, tentu saja," katanya kepada Sky Sports F1 di Abu Dhabi. "Kami realistis. Kami ingin memenangkan kejuaraan pembalap ini. Kami memasuki akhir pekan dengan mengetahui keduanya memiliki peluang setara, meskipun ada selisih poin. Anda tak tahu bagaimana kualifikasi akan berjalan, reliabilitas, tapi jika kami masuk ke balapan dan menjadi jelas bahwa satu memiliki peluang dan yang lain tidak, kami akan melakukan apa yang bisa untuk memenangkan kejuaraan pembalap. Itu akan gila jika tidak." Namun, prinsipal tim Andrea Stella menambahkan bahwa keputusan akan mengikuti prinsip keadilan, memastikan pembalap tak terkejut selama balapan. Analisis lebih dalam menunjukkan pergeseran ini kontras dengan musim lalu, di mana Norris dan Piastri dibiarkan balap bebas, meski berisiko kehilangan gelar ke Verstappen.

 

Dampak terhadap klasemen menjadi sorotan utama: Norris butuh finis podium untuk mengamankan gelar meski Verstappen menang, sementara Piastri memerlukan kemenangan dan Norris keenam atau lebih rendah. Brown menambahkan, "Ini olahraga tim, kan? Jadi, kami mencoba memenangkan gelar konstruktor sebagai tim dan gelar pembalap sebagai tim. Saya tahu itu terdengar aneh, tapi jika salah satu tak bisa menang, mereka ingin yang lain menang. Dan itulah yang diinginkan tim. Mereka adalah pemain tim dan kami sudah melihat itu tahun lalu." Bandingkan dengan Red Bull Racing, yang mengandalkan Verstappen sepenuhnya, pendekatan McLaren ini berpotensi memicu kontroversi jika Piastri diminta mundur, mirip kasus Monza di mana posisi ditukar demi keadilan. Reaksi di X menyoroti dukungan: "McLaren siap gunakan team orders di Abu Dhabi—Brown bilang gila jika tidak," tulis seorang pengamat, mencerminkan ekspektasi tinggi.

 

ADVERTISEMENT

Strategi ini juga memengaruhi prospek masa depan, di mana Pirelli menyediakan ban soft untuk start malam hari, memaksa adaptasi cepat di Yas Marina. Brown menegaskan, "Kami tak akan kehilangan kejuaraan karena melindungi posisi ketiga dan keempat." Analisis menunjukkan bahwa pengorbanan semacam ini tak asing di F1, seperti kasus Ferrari 2022, tapi bisa menguji solidaritas Norris-Piastri yang telah terbukti di Brasil. Sementara itu, kritik dari George Russell di Mercedes menyebut intervensi ini tak adil, menambah lapisan etis pada decider.

 

Secara keseluruhan, keputusan Brown menggarisbawahi prioritas gelar di atas individualisme, potensial mengubah narasi 2025 dari 'fair play' menjadi 'strategi taktis'. Prospek balapan: Dengan reliabilitas sebagai faktor kunci, team orders bisa jadi penentu, memastikan McLaren tak sia-siakan keunggulan konstruktor.

Dengan demikian, pernyataan ini memperkaya ketegangan akhir musim. Ikuti sportrik.com untuk analisis lebih lanjut.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU