SPONSORED

Briatore Pertanyakan Integritas Banding GP Monako di Konferensi Monza

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Briatore Pertanyakan Integritas Banding GP Monako di Konferensi Monza
TO NEWS OVERVIEW
Briatore Pertanyakan Integritas Banding GP Monako di Konferensi Monza

Suasana di ruang konferensi pers Grand Prix Italia berubah panas pada Jumat (6/9). Flavio Briatore, penasihat eksekutif Alpine, melontarkan tuduhan serius terkait proses banding yang mengembalikan penalti Pierre Gasly di GP Monako. Briatore menyebut ada salah satu hakim yang tidak independen karena diduga memiliki hubungan erat dengan McLaren.

Kronologi kasus ini berawal dari kesalahan pengukuran kecepatan di pitlane oleh FOM. Gasly sempat kehilangan podium ketiga setelah terkena penalti, namun Alpine mengajukan hak untuk meninjau kembali. FIA kemudian menyetujui pembatalan penalti tersebut. Namun, McLaren dan Red Bull mengajukan banding, dan Pengadilan Banding Internasional FIA memutuskan untuk mengembalikan penalti Gasly, membuatnya turun ke posisi ketujuh.

Dalam pernyataan resmi, Alpine memang menyatakan kekecewaan. Tetapi Briatore mengambil langkah lebih jauh di hadapan media. Ia mengklaim salah satu dari empat hakim, Filippo Marchino, bertindak seperti "jaksa" dan memiliki kaitan dengan McLaren. Briatore bahkan menyebut adanya foto Marchino memberikan pidato untuk McLaren pada 2018 di MSO Beverly Hills dan yayasan yang didirikannya pernah menerima mobil dari McLaren.

Lego Resmikan Mosaik Michael Schumacher di Milan untuk GP Italia 2026
Baca JugaLego Resmikan Mosaik Michael Schumacher di Milan untuk GP Italia 2026

"Kami menerima keputusan, tetapi sangat aneh memiliki satu orang di panel yang terhubung dengan tim," ujar Briatore. "Hakim seharusnya sepenuhnya independen."

ADVERTISEMENT

Di kursi yang sama, prinsipal McLaren, Andrea Stella, tampak terkejut dengan tuduhan tersebut. Ia membalas dengan nada tegas, menganggap arah konferensi ini menghina reputasi McLaren. "Jika ada yang membuat tuduhan serius seperti ini, mereka harus bertanggung jawab atas apa yang mereka katakan di forum publik," kata Stella.

Insiden ini memicu pertanyaan besar tentang transparansi proses banding di Formula 1. Apakah tuduhan Briatore hanya sekadar kekecewaan atau ada celah serius dalam sistem? Yang jelas, tensi antara Alpine dan McLaren kini memanas, dan konferensi pers yang seharusnya membahas balapan justru berubah menjadi ajang adu argumen yang menegangkan.

Keputusan akhir tetap berpihak pada McLaren dan Red Bull, tetapi kasus ini menyisakan polemik yang mungkin akan terus bergulir. Beberapa pihak menilai langkah Briatore terlalu berani, sementara yang lain mendukung perlunya evaluasi terhadap independensi hakim. Satu hal pasti: drama ini belum selesai.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU